LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - NIFAS (2)

 Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang Nifas. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses




1. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A1 nifas 3 hari dikunjungi bidan ke rumah. Hasil anamnesis: keluar darah banyak. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, S 380C, N 84 x/menit, P 19 x/menit, TFU 1 jari bawah pusat, kontraksi uterus lembek, kandung kemih penuh dan tegang, lochea rubra. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Distensi kandung kemih

B. Infeksi kandung kemih

C. Infeksi saluran kemih

D. Subinvolusio

E. Infeksi nifas

Pembahasan

D (subinvolusio)

Subinvolusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi/proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,sehingga proses pengecilan uterus terhambat.

Biasanya tanda dan gejala subinvolusi tidak tampak,sampai kira-kira 4 – 6 minggu postpartum.

  1. Fundus uteri letaknya tetap tinggi didalam abdomen/pelvis dari yang Diperkirakan/penurunan fundus uteri lambat dan tonus uterus lembek.
  2. Keluaran kochia seringkali gagal berubah dari bentuk rubra kebentuk serosa,lalu kebentuk lochia alba
  3. Lochia bisa tetap dalam bentuk rubra dalam waktu beberapa hari postpartum/lebih dari 2 minggu postpartum
  4. Lochia bisa lebih banyak daripada yang diperkirakan
  5. Leukore dan lochia berbau menyengat,bisa terjadi jika ada infeksi.
  6. Pucat,pusing,dan tekanan darah rendah
  7. Bisa terjadi perdarahan postpartum dalam jumlah yang banyak ( > 500 ml ) Nadi lemah,gelisah ,letih,ekstrimitas dingin


2. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 nifas 3 hari, datang ke BPM dengan keluhan kepala pusing sejak 1 hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan secara spontan, perdarahan banyak setelah melahirkan, dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 92x /menit, P 20x/menit, S 36,2 0 C, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea rubra, Hb 10 gr/dL. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Trombocitopenia

B. Leukocitopenia

C. Thalasemia

D. Leukemia

E. Anemia

Pembahasan

E (anemia)

Perdarahan pascapersalinan mengakibatkan hilangnya darah sebanyak 500 ml atau lebih, dan jika hal ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan yang tepat dan akurat akan mengakibatkan turunnya kadar hemoglobin dibawah nilai normal. Hb < 11 gr/dl dinyatakan anemia


3. Seorang perempuan, umur 25 tahun, P3A0 nifas 8 jam di Puskesmas, riwayat HPP 400 cc. Hasil anamnesis: pusing dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 88 x/menit, P20 x/menit, S 36,90C, TFU 2 jari bawah pusat, uterus teraba lembek, kandung kemih kosong, jumlah darah satu pembalut penuh. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Beri analgetika.

B. Observasi tanda vital

C. Observasi perdarahan

D. Penuhi kebutuhan nutrisi

E. Observasi keadaan umum

Pembahasan

C (observasi perdarahan)

Asuhan ibu selama masa nifas antara lain: periksa TD, Perdarahan pervaginam, kondisi perineum, tanda infeksi, kontraksi uterus, tinggi fundus dan temperatur secara rutin. Karena kasus diatas menunjukkan pasien dengan riwayat HPP, sehingga yang paling penting observasi perdarahan untuk mencegah terjadinya komplikasi



4. Seorang perempuan, umur 35 tahun, P4A0 nifas 10 hari, datang ke BPM dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: payudara nyeri dan terasa bengkak sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, S 38,50 C, payudara keras dan kemerahan meradang. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut ?

A. Mastitis

B. Infeksi nifas

C. Engorgement

D. Bendungan ASI

E. Abses Payudara

Pembahasan

E (abses payudara)

Abses payudara adalah benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa nyeri.Kebanyakan abses muncul persis di bawah lapisan kulit.Abses payudara umumnya dialami oleh wanita berusia 18 hingga 50 tahun, khususnya oleh ibu yang sedang dalam masa menyusui. Seringkali abses payudara juga dapat muncul sebagai komplikasi dari mastitis. Ciri-ciri benjolan dalam kasus abses payudara bisa dikenali dari pola tepiannya yang teratur dan memiliki tekstur halus, serta terasa padat mirip kista. Selain rasa nyeri, gejala yang juga menyertai abses payudara adalah: Demam tinggi; Kemerahan; badan lemah; Benjolan terasa panas; Kulit di sekitar abses ikut membengkak



5. Seorang perempuan, umur 23 tahun, P1A0, nifas 7 hari, datang ke BPM mengeluh perdarahan satu hari yang lalu. Hasil anamnesis: darah keluar sedikit berwarna kecoklatan. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 88 x/menit, P 20 x/menit, S 36,20 C, TFU 1/2 pusat simfisis, tampak gumpalan dengan jumlah darah sekitar 200 cc. Bidan belum pernah memiliki pengalaman menangani ibu dengan perdarahan post partum sekunder. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Memasang infus

B. Merujuk ke rumah sakit

C. Melakukan eksplorasi uterus

D. Berkonsultasi dengan bidan yang lebih senior

E. Mempelajari kembali buku sumber untuk penanganan HPP

Pembahasan

B (merujuk ke rumah sakit)

Lochea adalah istilah untuk sekret dari uterus yang keluar melalui vagina selama puerperium. Dibawah ini adalah tahapan keluarnya lochea pada masa nifas:

Lochea Rubra: Lochea ini muncul pada hari ke 1-4 masa post partum. Cairan yang keluar berwarna merah karena berisi darah segar, jaringan sisa – sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo, dan mekonium.

Lochea Sanguinolenta : Cairan yang keluar berwarna merah kecoklatan dan berlendir. Berlangsung dari hari ke 4 sampai ke 7 post partum.

Lochea Serosa: Lochea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit dan robekan/laserasi plasenta. Muncul pada hari ke 7 sampai ke 14 post partum.

Lochea Alba: Mengandung leukosit, sel desidua, sel epitel, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati. Lochea ini berlangsung selama 2-6 minggu post partum.

Tanda dan gejala terjadinya Pendarahan Post Partum Skunder antara lain sebagai berikut:

  1. Pendarahan terjadi secara terus menerus setelah seharusnya lokhia rubra berhenti
  2. Pendarahan dapat terjadi secara mendadak, seperti pendarahan post partum primer dan di ikuti gangguan system kardiovaskuler sampai syok.
  3. Mudah terjadi infeksi skunder sehingga dapat menimbulkan: lochea keruh dan berbau dan kejadian sub involusi


6. Seorang perempuan, umur 27 tahun, P1A0, nifas 14 hari, datang ke BPM dibawa keluarganya karena kejang. Hasil anamnesis: persalinan ditolong dukun, tidak ada riwayat kejang sebelumnya. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 37,80C, mulut mencucut, punggung melengkung, perut keras. TFU tidak teraba. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Eklamsia

B. Epilepsi

C. Tetanus

D. Shock sepsis

E. Meningitis

Pembahasan

C (tetanus)

Tanda-tanda seperti pada kasus diatas mengarah ke tetatus. Selain dapat terjadi pada bayi tetanus juga dapat terjadi pada ibu nifas. Pada kasus ini harus segera dilakukan rujukan ke rumah sakit.



7. Seorang perempuan, umur 25 tahun, P2A0, melahirkan 2 bulan yang lalu, datang ke BPM dengan keluhan keputihan. Hasil anamnesis: gatal-gatal di sekitar area genetalia, belum haid, menyusu ekslusif. Sudah sanggama sejak nifas 40 hari. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 78 x/menit, P 22 x/menit, keputihan berwarna kuning kehijauan. Penyebabnya apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Trikomoniasis

B. Kandidiasis

C. Klamedia

D. Gonore

E. Sifilis

Pembahasan

A (trikomoniasis)

Trikomoniasis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis Diagnosis dengan tanda dan gejala yang dapat muncul adalah: duh tubuh vagina kuning kehijauan dan berbusa, vagina bau dan gatal, edema atau eritema vagina, strawberry cervix. Diagnosis dilakukan dengan melihat trikomonas hidup pada sediaan langsung duh tubuh dalam larutan NaCl fisiologis.



8. Seorang perempuan, umur 25 tahun, P1A0, nifas 2 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan demam. Hasil anamnesis: sakit kepala, nyeri otot, dan kurang nafsu makan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82 x/menit, P 22 x/menit, S 38 oC,TFU tidak teraba, rapid diagnosis test/RDT (+). Masalah apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Malaria

B. Tifoid

C. Dengue

D. Mastitis

E. Influenza

Pembahasan

A (malaria)

Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, ditandai dengan demam, anemia dan splenomegali. Tanda dan gejala malaria tanpa komplikasi meliputi: demam, menggigil/kedinginan/kaku, sakit kepala, nyeri otot/persendian, kehilangan selera makan, mual dan muntah, diare, mulas seperti his palsu (kontraksi uterus), pembesaran limpa, pembesaran hati. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan parasit pada pemeriksaan apus darah tepi dengan mikroskop atau hasil positif pada pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT).

Post a Comment

1 Comments

  1. Pagi kak, Di soal no 4 kata kunci dari soal mengarah ke mastitis, karna tidak ada kata timbul pus atau benjolan di kasus. Tp jawabannya Abses payudara. Bagi info dan trik nya kak, gmn cara membedakan mastitis dan abses payudara tentu nya agar kami bisa menjawab sesuai dg keinginan penulis soal. Terimakasih

    ReplyDelete