LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - BAYI BARU LAHIR (2)

 Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang BBL dan Balita. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses





1. Seorang bayi perempuan, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan . Hasil anamnesis: batuk tidak disertai pilek, tidak ada demam, batuk berdahak, riwayat imunisasi dasar lengkap, makan 3x/sehari porsi sedang. Hasil pemer- iksaan: BB 10 Kg, PB 84 cm, S 37°C, P 34x/ menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Kolaborasi untuk pemberian antobiotik

B. Rujuk untuk pemeriksaan lanjutan

C. Pemberian jeruk nipis dan kecap

D. Pemberian obat batuk yang aman

E. Pemberian pelega tenggorokan

Pembahasan

B (Rujuk untuk pemeriksaan lanjutan) 

Pada kasus tersebut dapat diklasifikasikan se- bagai batuk bukan pneumonia karena tidak ada nafas cepat. Nafas cepat pada usia > 12 bulan s.d 5 tahun apabila pernafasan ≥ 40 kali per menit. Jawaban B paling tepat karena keluhan batuk sudah terjadi leb- ih dari 3 minggu sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan


2. Seorang Bidan menolong persalinan secara spontan, bayi menangis kuat, kulit kemerahan, pergerakan aktif. Hasil pemeriksaan pada bayi: BB 3600 gram, PB 49 cm, terdapat pembengkakan pada kepala, teraba lunak, batas tidak jelas, melewati sutura, dan berisi cairan limfe. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Cephal hematoma

B. Caput succedanium

C. Perdarahan intracranial

D. Perdarahan subaponeurotik

E. Penumpukan cairan cerebrospinal


Pembahasan

B (caput succedaneum)

Kasus tersebut merupakan jenis trauma persalinan pada bayi baru lahir yang mengarah kepada Caput succedaneum karena ditandai dengan pembengkakan pada kepala, teraba lunak, batas tidak jelas, melewa- ti sutura, dan berisi cairan limfe, sedangkan chepalhaematom teraba subperiostial tulang tengkorak, berbatas tegas, dan tidak melampaui sutura sekitarnya. Sedangkan perdarahan intrakranial ditandai dengan masa padat berfluktuasi, untuk perdarahan subaponeurotik ditandai dengan adanya pembengkakan kulit kepala, mungkin meluas ke daerah periorbital dan leher. Adapun penumpukan cairan cerebrospinal tandanya mirip hidrocephalus.


3. Seorang bayi laki-laki lahir lahir 2 jam yang lalu di klinik dan sudah dilakukan IMD selama 1 jam dan telah mendapatkan asuhan bayi baru lahir 1 jam pertama. Hasil pemeriksaan : BB 3500gram, PB 55 cm, Frekuensi Jantung 110x/menit, S 37OC, gerak aktif, tonus otot baik. Rencana prioritas apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pemeriksaan fisik bayi

B. Berikan identitas pada Bayi

C. Berikan Suntikan Vitamin K1

D. Menyuntikkan imunisasi Hb0

E. Lakukan pengukuran antropometri

Pembahasan

D (Menyuntikkan imunisasi Hb0) 

Prosedur penatalaksanaan bayi baru lahir setelah dilakukan IMD selesai dan sudah memenuhi usia 1 jam, maka asuhan selanjutnya adalah pemeriksaan fisik dan antropometri, pemberian Vit K1 dan tetes mata, sedangkan pemberian imunisasi hepatitis B0 diberikan 1 jam setelah pemberian Vit K1. Untuk menjaga pemberian identitas diberikan pada awal asuhan.Sehingga jawaban yang tepat pada kasus tersebut adalah suntikkan imunisasi Hb0


4. Seorang perempuan baru saja melahirkan bayi 1 menit yang lalu di Klinik Bersalin, umur kehamilan aterm, bayi menangis kuat, warna kulit merah, bayi mulai mencari puting susu. Setelah 1 jam dilakukan pemeriksaan antropometri dengan hasil: BB bayi 3800 gram, PB 56 cm, kulit lanugo sedikit, LK: 34 cm, LD: 35 cm. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Bayi baru lahir normal

B. Bayi baru lahir dismatur

C. Bayi baru lahir prematur

D. Bayi baru lahir post matur

E. Bayi baru lahir dengan obesitas

Pembahasan

A (Bayi baru lahir normal) 

Diagnosis kasus tersebut adalah Bayi baru lahir normal karena usia kehamilannya aterm, hasil penilaian selintas menunjukkan kondisi yang normal yaitu bayi menangis kuat (2), warna kulit merah muda (2), denyut jantung dan pernapasan cepat (2), BB bayi 3800 gram, PB 56 cm. Adapun diagnosa bayi baru lahir kurang spesifik, sedangkan untuk diagnosa yang lain adalah bayi baru lahir dismatur jika Berat bayi tidak sesuai usia kehamilan, untuk bayi baru lahir prematur jika usia kehamilannya kurang dari 37 minggu, untuk bayi baru lahir post matur jika usia kehamilan melebihi 42 minggu.


5. Seorang bayi perempuan lahir spontan 1 jam yang lalu di RS, Hasil anamnesis: gerakan aktif, berat badan 2500 gram, panjang badan 48 cm, pernapasan 50 x/menit, dengan usia kehamilan saat lahir 37 minggu. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan, daya hisap kuat, reflek hisap bagus, frekuensi jantung 120x/menit, S 37OC. Rencana asuhan apakah yang harus diberikan pada bayi pada kasus tersebut?

A. Rawat gabung

B. Berikan oksigen

C. Berikan antibiotik

D. Berikan kortikosteroid

E. Rawat dalam inkubator

Pembahasan

A (rawat gabung) 

Jawaban dari soal ini adalah rawat gabung dengan ibunya, karena meskipun berat badannya 2200 gram, tetapi hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, daya hisap kuat, reflek hisap baik, sehingga diharapkan asupan nutrisi melalui ASI dapat terpenuhi dengan baik, sehingga asuhannya adalah difasilitasi rawat gabung dengan ibunya. Adapun asuhan pem- berian oksigen tidak ada indikasi karena pernafasan normal, pemberian antibiotika juga tidak ada indikasi baik terapi atau profilaksis, pemberian kortikosteroid juga tidak ada indikasi karena paru-paru sudah cukup matang pada usia kehamilan 37 minggu, sedangkan untuk rawat dalam incubator tidak perlu dilakukan karena bayi memenuhi persyaratan untuk dilakukan rawat gabung.


6. Seorang bayi laki-laki lahir spontan, aterm 4 jam yang lalu di Puskesmas. Berat lahir 2550 gram, panjang badan 50 cm, ASI keluar lancar, hisapan bayi kuat. Hasil Pemeriksaan: menangis kuat, warna kemerahan, gerakan aktif, frekuensi jantung 120x/menit, S 37OC. Rencana asuhan apakah yang diberikan sesuai kasus tersebut?

A. Memandikan bayi

B. Memberikan Vit K1 1 mg 

C. Memberikan Imunisasi Hb0

D. Mendukung pemberian ASI on deman

E. Memberikan Eritromicyn 1% sebagai profilaksis

Pembahasan

D (Mendukung pemberian ASI on demand) 

Memberikan ASI secara on demand dipilih sebagai jawaban karena bayi dalam keadaan sehat dan normal, didukung ASI keluar lancer dan hisapan bayi kuat.Sedangkan asuhan yang menjadi opsi lainnya sudah diberikan


7. Seorang bayi perempuan baru saja dilahir- kan spontan, dengan riwayat usia gestasi 40 minggu di RB. Hasil Pemeriksaan: KU baik, BB lahir 3000 gram, PB 50 cm, S 36°C, N 125x/menit, badan dan ekstremitas berwarna merah, menangis kuat, gerakan sedikit, bersin saat dilakukan rangsangan taktil. Berapakah nilai Apgar Skor bayi sesuai kasus?

A. 6

B. 7

C. 8

D. 9

E. 10

Pembahasan

D (9)

Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah 9 dengan rincian hitungan sebagai berikut :

badan dan ekstremitas berwarna merah = 2
menangis kuat = 2
N: 125 x/menit = 2
gerakan sedikit = 1
bersin saat dilakukan rangsangan taktil = 2
Total = 9


8. Seorang bayi perempuan lahir 2 jam yang lalu di rumah. Hasil anamnesis: Bayi menyusu kuat, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2400 gram, PB 46 cm, S 350C, Frekuensi Jantung 120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Asuhan yang harus diberikan kepada bayi pada kasus tersebut?

A. Lakukan perawatan metode kanguru

B. Letakkan dibawah lampu

C. Berikan infus dekstrose

D. Berikan antibiotik

E. Rujuk segera

Pembahasan

A (Lakukan perawatan metode kangguru) 

Kondisi bayi termasuk berat bayi lahir rendah, dengan hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, sehingga untuk mencegah komplikasi hipotermia maka segera dilakukan perawatan metode kanguru. Jika bayi diletakkan dibawah lampu, kehangatan kurang dapat terkontrol dan tidak ada keuntungan terhadap aspek psiologis ibu bayi. Sedangkan pemberian infus dekstrose bukan merupakan pilihan karena bayi tidak hipoglikemia, dan pemberian antibiotika tidak ada indikasi, untuk opsi dirujuk segera bukan merupakan pilihan yang tepat karena tidak ada indikasi untuk dirujuk yang ditandai dengan adanya hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal dan reflex hisap yang kuat



9. Seorang bayi laki-laki lahir spontan 2 jam yang lalu di Rumah sakit, BB 2400 gr, PB 47 cm. Usia kehamilan 36 minggu. Hasil pemeriksaan: Frekuensi jantung 110x/menit, Terdapat banyak lanugo, reflex belum sempurna. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Immatur

B. Dismatur

C. Prematur

D. Post matur 

E. Matur


pembahasan

C (Prematur)

Jawaban pertanyaan kasus tersebut adalah premature karena usia kehamilannya adalah 36 minggu, ditunjang dengan hasil pemeriksaan fisik ditemukan bayi yang memiliki karakteristik bayi premature diantaranya BB <2500 gram, PB <48 cm. sedangkan menurut definisi masing-masing opsi yang lain adalah immature adalah usia kehamilan 20-28 minggu, dismatur ketika usia kehamilan tidak sesuai dengan beratnya, post matur jika usia kehamilan melebihi 42 minggu dan matur ketika usia kehamilan 37 mg

Post a Comment

0 Comments