DIAGNOSA KEHAMILAN

Tanda dugaan hamil
a.       Amenorea (terlambat dating bulan).
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de Graaf dan ovulasi



Tanda-tanda Kehamilan
Tanda dugaan hamil
a.              Amenorea (terlambat dating bulan).
·                  Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de Graaf dan ovulasi.
·                  Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus naegle dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b.             Mual (nausea) dan muntah (emesis).
·                  Pengaruh esterogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan.
·                  Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebut morning sickness.
·                  Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi.
·                  Akibat mual dan muntah nafsu makan berkurang.
c.              Ngidam.
·                  Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginannya yang demikian disebut ngidam.
d.             Sinkop atau pingsan.
·                  Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkop atu pingsan.
·                  Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu.
e.              Payudara tegang.
·                  Pengaruh estrogen-progesteron somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara.
·                  Payudara besar dan tegang.
·                  Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.
f.              Sering miksi.
·                  Desakan rahim keepan menyebabkan kandung kemih cepat merasa penuh dan sering miksi.
·                  Pada triwulan ke dua sudah menghilang.
g.             Konstipasi dan obstipasi.
·                  Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.
h.             Pigmentasi kulit
·                  Sekitar pipi : Cloasma grafidarum. Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit pada kulit.
·                  Dinding perut : Striae lividae, striae nigra, line alba makin hitam.
·                  Sekitar payudara : Hiperpigmentasi areola mamae, putting susu makin menonjol, kelenjar Montgomery menonjol, pembuluh darah menifes sekitar payudara.
i.               Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil.
j.               Varises atau penumpukan pembuluh darah vena
·                  Karena pengaruh dari esterogen dan progesterone terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat
·                  Penampakan pembuluh darah ini terjadi di sekitar genetalia eksterna, kaki dan betis dan payudara.
·                  Penampoakn pembuluh darah ini dapat menghilang setelah persalinan.

Tanda tidak pasti kehamilan
a.              Rahim membesar, sesuai dengan tuanya hamil.
b.             Pada pemeriksaan dapat dijumpai
·                  Tanda hegar
·                  Tanda chsdwicks
·                  Tanda piscaseck
·                  Kontraksi Braxton hicks
·                  Teraba ballotement
c.              Pemeriksaan tes kehamilan positif.
Sebagian kemungkiman positif palsu

Tanda pasti kehamilan
a.              Gerakan janin dalam rahim
·                  Terlihat/teraba gerakan janin.
·                  Terba bagian-bagian janin.
b.             Denyut jantung janin.
·                  Didengar dengan stetoskop laenec, alat kardiotokografi, alat dopler.
·                  Dilihat dengan alat ultrasonografi.
·                  Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rongen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi.

Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan
Pembesaran perut wanita tidak selamanya suatu kehamilan sehingga perlu diagnosis banding diantaranya :
1.            Hamil palsu (pseudocyesis) atau kehamilan spuria.
Dijumpai tanda dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tes biologis tidak menunjukkan kehamilan.
2.            Tumor kandungan atau mioma uteri.
·                  Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil.
·                  Bentuk pembesaran tidak merata.
·                  Perdarahan banyak saat menstruasi.
3.            Kista ovarium
·                  Pembesaran perut, tetapi tidak disertai tanda hamil.
·                  Dating bulan terus berlangsung.
·                  Lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan.
·                  Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negatif.
4.            Hematometra
·                  Terlambat dating bulan yang dapat melampui umur kehamilan.
·                  Perut tersa sakit setiap bulan.
·                  Terjadi tumpukan darah dalam rahim.
·                  Tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukkan hasil yang positif.
·                  Sebab hymen in perforate.
5.            Kandung kemih penu
Dengan melakukan kateterisasi, maka pembesaran perut akan menghilang.

Diagnosis banding antara primi para dan multi para.
Primipara
Multipara
Perut
Tegang
Longgar, terdapat striae
Pusat
Menonjol
Dapat datar
Rahim
Tegang
Agak lunak
Payudara
Tegang, tegak
Menggantung, agak lunak, terdapat striae
Labia mayora
Bersatu
Agak terbuka
Hymen
Koyak beberapa tempat
Karuncula himenalis
Vagina
Sempit dengan rugae utuh
Lebar, rugae kurang
Serviks
Licin, lunak, tertutup
Sedikit terbuka, terdapat bekas robekan persalinan
Pembukaan serviks
Mendatar dulu diikuti pembukaan
Membuka bersamaan dengan mendatar
perineum
Masih utuh
Bekas luka episiotomi

            



Post a comment

0 Comments