LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - BAYI DAN BALITA


Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang Bayi dan Balita. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses





1. Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi belum bisa berjalan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 9 Kg, PB 75 cm, S 36,7°C, P 32x/menit. Hasil jawaban ya pada kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) berjumlah 7. Kesimpulan tumbuh kembang apakah yang tepat pada kasus tersebut?

A. Pertumbuhan normal dan perkembangan menyimpang

B. Pertumbuhan normal dan perkembangan meragukan

C. Pertumbuhan kurus dan perkembangan meragukan

D. Pertumbuhan dan perkembangan tidak normal

E. Pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia

Pembahasan

 B (Pertumbuhan normal dan perkembangan meragukan)

Pada bayi perempuan usia 1 tahun BB dan PB pada kasus tersebut termasuk kategori normal atau sesuai dengan pertumbuhannya. Hasil jawaban ya pada KPSP 7-8 menunjukkan perkembangan anak meragukan, sedangkan apabila jawaban ya.nya 6 atau kurang maka kemungkinan ada penyimpangan. Perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan apa- bila jawan ya 9-10.


2. Seorang bayi laki-laki, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat tidak ada keluhan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 10,5 Kg, PB 84 cm, S 36,8°C, P 30 x/menit. Hasil jawaban ya pada kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) berjumlah 8. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Anjurkan konsultasi dengan dokter sesialis anak

B. Penimbangan kembali 1 bulan yang akan datang

C. Evaluasi perkembangan 3 bulan kemudian

D. Evaluasi KPSP ulang 2 minggu kemudian

E. Konsultasi dengan ahli gizi

Pembahasan

D (Evaluasi KPSP ulang 2 minggu kemudian)

Pertumbuhan anak pada kasus tersebut normal sehingga tidak diperlukan konsultasi dengan ahli gizi. Jawaban ya pada KPSP 8 menunjukan perkembangan yang meragukan sehingga membutuhkan stimulasi lebih sering dan intensif pada jawaban tidak selama 2 minggu, setelah itu dilakukan penilaian ulang KPSP.



3. Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, BAB 3-5 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum banyak. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 8,5 Kg, PB 74 cm, S 37,5°C, P 36 x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pemberian zink selama 1 minggu

B. Pemberian teh manis

C. Pemberian antipiretik

D. Pemberian antibiotik

E. Pemberian oralit

Pembahasan

E (Pemberian oralit)

Kondisi pada kasus tersebut menunjukkan 2 tanda diare dengan tanda dehidrasi sedang yaitu bayi rewel dan minum banyak. Pemberian oralit setiap kali mencret selain melanjutkan pemberian ASI penting dilakukan untuk rehidrasi atau mencegah dehidrasi yang lebih parah. Diperlukan juga pemberian zink selama 10 hari berturut-turut. Pemberian teh manis atau jus buah tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan hipernatremi. Suhu masih dalam kondisi normal sehingga tidak diperlukan antipiretik, sedangkan pemberian antibiotik memerlukan kolaborasi, biasanya atas indikasi seperti pada kasus disentri dan kolera.


4. Seorang bayi perempuan, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, tidak ada batuk pilek, menyusu kuat. Hasil pemeriksaan: BB 8,5 Kg, PB 75 cm, S 37,8°C, P 30 x/menit, tampak ruam merah kecoklatan di sekitar telinga, kepala dan leher, mata tidak merah, tidak ada luka pada mulut. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pemberian salep mata

B. Rujuk ke rumah sakit

C. Pemberian antipiretik

D. Pemberian antibiotik

E. Pemberian vitamin A

Pembahasan

E (pemberian vitamin A)

Kasus tersebut menunjukkan gejala campak dan belum terjadi komplikasi. Rencana asuhan yang tepat adalah pemberian vitamin A 1 dosis. Pemberian antipiretik dianjurkan apabila suhu ≥ 38,5. Pemberian antibiotik harus berdasarkan indikasi misalnya campak dengan komplikasi berat. Pemberian salep mata kloramfenikol/tetrasiklin apabila terjadi kekeruhan pada kornea.



5. Seorang bayi laki-laki, umur 6 bulan, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat, tidak ada keluhan, serta menyusu kuat, riwayat imunisasi sebelumnya BCG, Polio 1-4, DPT 1-3, Hep.B 1-3. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 7,5 Kg, PB 66 cm, S 36,8°C, P 34 x/menit, jawaban ya pada KPSP adalah 9. Umur berapakah jadwal kunjungan ulang pada kasus tersebut?

A. 7 bulan

B. 8 Bulan

C. 9 bulan

D. 10 bulan

E. 11 bulan

Pembahasan

(C) 9 bulan

Evaluasi perkembangan pada bayi usia 3-24 bulan dilakukan setiap 3 bulan sekali, sedangkan usia 24-72 bulan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Untuk pertumbuhan evaluasi dilakukan setiap bulan sekali dan dapat dilakukan di posyandu.


6. Seorang bayi laki-laki, umur 2 bulan, dibawa ibunya ke BPM untuk kontrol. Hasil anamnesis: bayi sehat, serta menyusu kuat, riwayat imunisasi sebelumnya Polio 1 dan Hep.B0. Hasil pemeriksaan: BB 4 Kg, PB 53 cm, S 36,8°C, P 40 x/menit, FJ 128x/menit. Imunisasi apakah yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?

A. BCG

B. DPT 1

C. HiB

D. Hep.B 1

E. Hep B 0

Pembahasan

A (BCG)

Imunisasi BCG dapat dilakukan pada bayi usia 1-3 bulan. Polio diberikan 1 bulan atau 4 minggu setelah pemberian polio sebelumnya. Imunisasi DPT,Hep B dan HiB saat ini sudah dalam 1 vaksin yaitu pentavalen dan diberikan mulai bayi berusia 2 bulan


7. Seorang bayi perempuan, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk imunisasi. Hasil anamnesis: bai masih diberikan ASI, ri- wayat imunisasi sebelumnya BCG, Polio 1-4, DPT 1-3, Hep.B 0,1-3. Hasil pemeriksaan: BB 9 Kg, PB 74 cm, S 37°C, P 30x/menit. Imunisasi apakah yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?

A. Campak

B. Polio

C. Hep.B

D. DPT

E. HiB

Pembahasan

A (Campak)

Riwayat imunisasi dasar pada kasus tersebut sudah lengkap kecuali campak. Campak sebagai imunisasi dasar dapat diberikan pada usia 9-12 bulan. Booster campak selanjutnya dapat diberikan pada usia 24 bulan.



8. Seorang bayi perempuan, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan . Hasil anamnesis: batuk tidak disertai pilek, tidak ada demam, batuk berdahak, riwayat imunisasi dasar lengkap, makan 3x/sehari porsi sedang. Hasil pemeriksaan: BB 10 Kg, PB 84 cm, S 37°C, P 34x/ menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Kolaborasi untuk pemberian antobiotik

B. Rujuk untuk pemeriksaan lanjutan

C. Pemberian jeruk nipis dan kecap

D. Pemberian obat batuk yang aman

E. Pemberian pelega tenggorokan

Pembahasan

B (rujuk untuk pemeriksaan lanjutan)

Pada kasus tersebut dapat diklasifikasikan sebagai batuk bukan pneumonia karena tidak ada nafas cepat. Nafas cepat pada usia > 12 bulan s.d 5 tahun apabila pernafasan ≥ 40 kali per menit. Jawaban B paling tepat karena keluhan batuk sudah terjadi lebih dari 3 minggu sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan


9. Seorang Bidan menolong persalinan secara spontan, bayi menangis kuat, kulit kemerahan, pergerakan aktif. Hasil pemeriksaan pada bayi: BB 3600 gram, PB 49 cm, terdapat pembengkakan pada kepala, teraba lunak, batas tidak jelas, melewati sutura, dan berisi cairan limfe. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Cephal hematoma

B. Caput succedanium

C. Perdarahan intracranial

D. Perdarahan subaponeurotik

E. Penumpukan cairan cerebrospinal

Pembahasan

B (caput succedaneum)

Kasus tersebut merupakan jenis trauma persalinan pada bayi baru lahir yang mengarah kepada Caput succedaneum karena ditandai dengan pembengkakan pada kepala, teraba lunak, batas tidak jelas, melewati sutura, dan berisi cairan limfe, sedangkan chepal haematom teraba subperiostial tulang tengkorak, berbatas tegas, dan tidak melampaui sutura sekitarnya. Sedangkan perdarahan intrakranial ditandai dengan masa padat berfluktuasi, untuk perdarahan subaponeurotik ditandai dengan adanya pembengkakan kulit kepala, mungkin meluas ke daerah periorbital dan leher. Adapun penumpukan cairan cerebrospinal tandanya mirip hidrocephalus


10. Seorang bayi laki-laki lahir lahir 2 jam yang lalu di klinik dan sudah dilakukan IMD selama 1 jam dan telah mendapatkan asuhan bayi baru lahir 1 jam pertama. Hasil pemeriksaan : BB 3500gram, PB 55 cm, Frekuensi Jantung 110x/menit, S 37OC, gerak aktif, tonus otot baik. Prioritas perencanaan selanjutnya apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pemeriksaan fisik bayi

B. Menyuntikkan imunisasi Hb0

C. Berikan identitas pada Bayi

D. Berikan Suntikan Vitamin K1

E. Lakukan pengukuran antropometriPEmbahasan


Pembahasan

B (Menyuntikkan imunisasi Hb0)

Prosedur penatalaksanaan bayi baru lahir setelah dilakukan IMD selesai dan sudah memenuhi usia 1 jam, maka asuhan selanjutnya adalah pemeriksaan fisik dan antropometri, pemberian Vit K1 dan tetes mata, sedangkan pemberian imunisasi hepatitis B0 diberikan 1 jam setelah pemberian Vit K1. Untuk menjaga pemberian identitas diberikan pada awal asuhan.Sehingga jawaban yang tepat pada kasus tersebut adalah suntikkan imunisasi Hb0

Post a Comment

0 Comments