LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - BAYI DAN BALITA (2)

Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang Bayi dan Balita. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses




1. Seorang perempuan baru saja melahirkan bayi 1 menit yang lalu di Klinik Bersalin, umur kehamilan aterm, bayi menangis kuat, warna kulit merah, bayi mulai mencari puting susu. Setelah 1 jam dilakukan pemeriksaan antropometri dengan hasil: BB bayi 4000 gram, PB 56 cm, kulit lanugo sedikit, LK : 30 cm, LD : 35 cm. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Bayi baru lahir normal

B. Bayi baru lahir dismatur

C. Bayi baru lahir prematur

D. Bayi baru lahir post matur

E. Bayi baru lahir dengan obesitas

Pembahasan

A (Bayi baru lahir normal)

Diagnosis kasus tersebut adalah Bayi baru lahir normal karena usia kehamilannya aterm, hasil penilaian selintas menunjukkan kondisi yang normal yaitu bayi menangis kuat (2), warna kulit merah muda (2), denyut jantung dan pernapasan cepat (2), BB bayi 3000 gram, PB 56 cm. Adapun diagnosa bayi baru


lahir kurang spesifik, sedangkan untuk diagnosa yang lain adalah bayi baru lahir dismatur jika Berat bayi tidak sesuai usia kehamilan, untuk bayi baru lahir prematur jika usia kehamilannya kurang dari 37 minggu, untuk bayi baru lahir post matur jika usia kehamilan melebihi 42 minggu.


2. Seorang bayi perempuan lahir spontan 1 jam yang lalu di RS, gerakan aktif, berat badan 2500 gram, panjang badan 48 cm, pernapasan 50 x/menit, dengan usia kehamilan saat lahir 37 minggu. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan, daya hisap kuat, reflek hisap bagus, frekuensi jantung 120x/menit, S 37OC. Rencana asuhan apakah yang harus diberikan pada bayi pada kasus tersebut?

A. Berikan oksigen

B. Berikan antibiotik

C. Berikan kortikosteroid

D. Rawat dalam indikator

E. Rawat gabung dengan ibunya

Pembahasan

E (rawat gabung dengan ibunya) 

Jawaban dari soal ini adalah rawat gabung dengan ibunya, karena meskipun berat badannya 2200 gram, tetapi hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, daya hisap kuat, reflek hisap baik, sehingga diharapkan asupan nutrisi melalui ASI dapat terpenuhi dengan baik, sehingga asuhannya adalah difasilitasi rawat gabung dengan ibunya. Adapun asuhan pemberian oksigen tidak ada indikasi karena pernafasan normal, pemberian antibiotika juga tidak ada indikasi baik terapi atau profilaksis, pemberian kortikosteroid juga tidak ada indikasi karena paru-paru sudah cukup matang pada usia kehamilan 37 minggu, sedangkan untuk rawat dalam incubator tidak perlu dilakukan karena bayi memenuhi persyaratan untuk dilakukan rawat gabung



3. Seorang bayi laki-laki lahir spontan, aterm 4 jam yang lalu di Puskesmas. Berat lahir 2550 gr, panjang badan 50 cm, ASI keluar lancar, hisapan bayi kuat. Hasil Pemeriksaan: menangis kuat, warna kemerahan, gerakan aktif, frekuensi jantung 120x/menit, S 37OC. Asuhan apakah yang diberikan sesuai kasus tersebut?

A. Memandikan bayi

B. Memberikan Vit K1 1 mg

C. Memberikan Imunisasi Hb0

D. Memberikan Eritromicin 1%

E. Memberikan ASI on demand

Pembahasan

E (memberikan ASI on demand) 

Memberikan ASI secara on demand dipilih sebagai jawaban karena bayi dalam keadaan sehat dan normal, didukung ASI keluar lancar dan hisapan bayi kuat.Sedangkan asuhan yang menjadi opsi lainnya sudah diberikan



4. Seorang bidan melakukan kunjungan neonatus pada bayi perempuan umur 3 hari. Hasil anamnesis: bayi menyusu kuat, ASI eksklusif, BAK lancar dan BAB 3 x perhari. Hasil pemeriksaan: KU baik, FJ 120x/menit, P 40x/menit, S 36,7°C, tali pusat masih basah, lengket dan tampak kotor. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

A. Merujuk ke rumah sakit

B. Kolaborasi dengan dokter

C. Memberikan nasehat kepada keluarga

D. Memberikan pengobatan salep antibiotic

E. Pendidikan kesehatan tentang perawatan tali pusat

Pembahasan

E (pendidikan kesehatan tentang perawatan tali pusat) 

Jawaban kasus tersebut adalah melakukan pendidikan kesehatan perawatan tali pusat, karena fokus masalahnya adalah tali pusat yang masih basah, lengket dan tampak kotor sehingga jika tidak segera diberikan intervensi ini maka komplikasi lebih lan- jut dapat terjadi, sedangkan data lain menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal sehingga tidak menjadi prioritas tindakan



5. Seorang bayi telah lahir 2 menit yang lalu di PMB. Hasil pemeriksaan : Bayi lahir tidak langsung menangis, napas megap-megap dan gerak kurang aktif. Riwayat persalinan lama. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Apneu

B. Dispneu

C. Asfiksia

D. Takipneu

E. RDS

Pembahasan

C (asfiksia)

Asfiksia adalah terjadinya kegagalan bernafas spontan dari bayi baru lahir yaitu pada menit kedua, diikuti dengan tanda-tanda fisik lainnya yaitu bayi lahir tidak langsung menangis, napas megap-megap dan gerak kurang aktif.Hal ini diperkuat adanya faktor predisposing bahwa ada riwayat persalinan lama yang membuat asupan oksigen ke janin menurun membuat kondisi saat lahir terjadi asfiksia.Sedangkan apneu adalah berhentinya nafas, dispnoe adalah sesak nafas, takipnoe adalah pernafasan yang cepat, respiratory distress syndrome adalah kumpulan gangguan pernafasan akibat beberapa kondisi diantaranya misalnya adalah karena insufisiensi plasenta.



6. Seorang bayi perempuan lahir 5 hari yang lalu di rumah klien. Hasil anamnesis: Bayi menyusu ASI eksklusif, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2900 gram, PB: 46 cm, S:360C, Frekuensi Jantung 120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemerik- saan fisik tidak ditemukan warna kuning di daerah muka. Asuhan yang harus diberikan kepada bayi pada kasus tersebut?

A. Melanjutkan pemberian ASI eksklusif

B. Meletakkan bayi dibawah lampu blue light

C. Menjemur bayi pada pagi hari

D. Melakukan pijatan bayi

E. Merujuk segera

Pembahasan

A (melanjutkan pemberian ASI eksklusif)

Ikterus merupakan keadan kulit dan membran mukosa yang warnanya menjadi kuning akibat peningkatan jumlah pigmen empedu di dalam darah dan jaringan tubuh.

Ikterus neonatorium adalah ikterus pada bayi baru lahir.
Kasus ini termasuk kedalam ikhterus fisiologis. ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan hari ketiga serta tidak mempunyai dasar patologis atau tidak mempunyai potensi menjadi kern ikterus. Adapun tanda-tandanya sebagai berikut :

  1. Timbul pada hari kedua dan ketiga
  2. Kadar bilirubin indirek tidak melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan dan 12,5 mg% untuk neonatus kurang bulan
  3. Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak melebihi 5% per hari
  4. Kadar bilirubin direk tidak melebihi 1 mg%
  5. Ikterus menghilang pada 10 hari pertama
  6. Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologis



Tabel Rumus Kramer

Daerah

Luas Ikterus

Kadar Bilirubin (mg%)

1

Kepala dan leher

5

2

Daerah 1 (+) Badan bagian atas

9

3

Daerah 1,2 (+) Badan bagian bawah dan tungkai

11



7. Seorang bayi perempuan lahir 2 jam yang lalu di rumah klien. Hasil anamnesis: Bayi menyusu kuat, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2400 gram, PB: 46 cm, S:360C, Frekuensi Jantung 120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Asuhan yang harus diberikan kepada bayi pada kasus tersebut?

A. Lakukan perawatan metode kanguru

B. Letakkan dibawah lampu

C. Berikan infus dekstrose

D. Berikan antibiotik

E. Rujuk segera

Pembahasan

A (Lakukan perawatan metode kangguru)

Kondisi bayi termasuk berat bayi lahir rendah, dengan hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, sehingga untuk mencegah komplikasi hipotermia maka segera dilakukan perawatan metode kanguru. Jika bayi diletakkan dibawah lampu, kehangatan kurang dapat terkontrol dan tidak ada keuntungan terhadap aspek psikologis ibu bayi. Sedangkan pemberian infus dekstrose bukan merupakan pilihan karena bayi tidak hipoglikemia, dan pemberian antibiotika tidak ada indikasi, untuk opsi dirujuk segera bukan merupakan pilihan yang tepat karena tidak ada indikasi untuk dirujuk yang ditandai dengan adanya hasil pe- meriksaan fisik dalam batas normal dan reflex hisap yang kuat.

8. Seorang bayi laki-laki lahir spontan 2 jam yang lalu di Rumah sakit, BB 4000 gr, PB 51 cm. Hasil pemeriksaan: FJ 120 x/menit, P 40 x/menit, S 36,5 0C, lanugo sedikit, verniks caseosa kurang, kulit keriput, kuku jari panjang, gerak aktif. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Immatur

B. Dismatur

C. Prematur

D. Post matur


E. Matur

Pembahasan

D (Postmatur)

Jawaban pertanyaan kasus tersebut adalah post-Matur karena hasil pemeriksaan fisik ditemukan bayi yang memiliki karakteristik bayi postmatur diantaranya BB melebihi umumnya bayi aterm, ciri fisik lanugo sedikit, verniks caseosa kurang, kulit keriput, kuku jari panjang.

Post a Comment

0 Comments