PROGRAM ANC TERPADU

Pengertian


Menurut Mufdillah (2009) dalam Walyani (2015) Asuhan antenatal care adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persiapan persalinan yang aman dan memuaskan.


Tujuan Asuhan Antenatal Care


Tujuan asuhan antenatal care menurut Marjati (2001) dalam Walyani (2015) yaitu:

  • Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.
  • Meningkatan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu juga bayi.
  • Mendeteksi secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
  • Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
  • Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
  • Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.


Standar Pelayanan Antenatal


Kebijakan program dalam pelayanan antenatal yaitu kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan. Satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dandua kali pada trimester ketiga. Penerapan pelayanan haru memenuhi kriteria 10 T yaitu :

Timbang berat badan dan ukur tinggi badan


Normalnya pertambahan berat badan pada ibu hamil berdasarkan Body Mass Index 11,5-16 kg atau pertambahan setiap minggunya bertambah 0,4-0,5 kg (Kusmiati 2018 dalam Nasrudin,dkk 2020)

Menurut Kemenkes RI (2010), mengukur tinggi badan adalah salahsatu deteksi dini kehamilan dengan factor resikokarena jika tinggi badan ibu kurang dari 145 cm dapat diperkirakan bentuk panggul kecil.


Ukur tekanan darah


Pengukuran tekanan darah dilakukan pada setiap kali kunjungan antenatal. Tekanan darah normal 110/80-140/90 mmHg.

Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg) pada kehamilan dan preeklampsia yang ditandai dengan hipertensi disertai bengkak wajah/tungkai. (Nasrudin,dkk 2020)


Ukur tinggi puncak rahim (fundus uteri)


Pengukuran tinggi fundus dilakukan untuk menentukan usia kehamilan dan berat badan janin. Biasanya juga dapat dihitung dari hari pertama pada haid terahir menggunakan rumus. Apabila usia kehamilan di bawah 24 minggu pengukuran menggunakan jari, jika lebih dari 24 minggu memakai pengukuran Mc Donald (penghitungan dengan centimeter) pengukuran menggunakan metline dari atas simpysis hingga fundus. Cara menghitung usia kehamilan dengan mengkur jarak fundus-simpysis dalam centimeter dibagi 3,5. (Nasrudin,dkk 2020)


Pemberikan imunisasi Tetanus Toksoid/TT lengkap.


Imunisasi pada ibu hamil bertujuan untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum dengan cara pemberian suntik Tetanus Toksoid pada ibu hamil. Imunisasi pada kehamilan biasanya diberikan duaa kali, yang pertama pada usia kehamilam 16 minggu yang kedua diberikan dalam selang waktu 4 minggu. (Jannah, 2012 dalam Nasrudin dkk, 2020)


Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan


Untuk mencegah anemia gizi besi, setiap ibu hamil harus mendapat tablet tambah darah (tablet zat besi) dan Asam Folat minimal 90 tablet selama kehamilan. Tiap tablet besi mengandung zat besi 60mg dan asam folat 500mikrogram. Manfaat 90 tablet besi berguna untuk meningkatkan sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Bila ibu hamil terdeteksi anemia (<11gr%) berikaan tablet tambah darah 2 atau 3 kali sehari. Tablet zat besi sebaiknya tidak diminum bersama dengan teh atau kopi karena mengganggu penyerapan. Anjurkan ibu untuk makan yang mengandung Vitamin C sehingga zat besi diserap sempurna oleh tubuh. (Nasrudin,dkk 2020)

Tes laboratorium


Wanita yang sedang hamil merupakan kelompok resiko tinggi terhadap PMS. PMS dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan janin yang dikandungnya. (Nasrudin,dkk 2020)


Temu wicara (konseling)


Tenaga kesehatan memberikan penjelasan mengenai kesehatan ibu, PHBS, peran suami dan keluarga dalam kehamilan dan perencanaan persalinan, tanda bahaya pada kehamilan-nifas, asupan gizi seimbang, gejala penyakit menular/tidak menular, perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusui dini (IMD), ASI eksklusif, KB Pasca salin, dan imunisasi.

Temu wicara sangan penting sebagai media komunikasi antara ibu hamil dengan bidan yang biasanya dikoordinir oleh kader posyandu dan puskesmas.temu wicara bisa dilakukan dengan anamnesis, konsultasi dan persiapan rujukan. Anamnesis meliputi biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan dan nifas. (Nasrudin,dkk 2020)


Tentukan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ)


Tujuan pemantauan ini dilakukan untuk mendeteksi dini ada atau tidaknya factor-faktor resiko seperti gangguan pertumbuhan janin, cacat bawaan ataupun infeksi.

Pemeriksaan denyut jantung janin adalah salah satu cara untuk memntau janin. Denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 16 minggu/4 bulan (Nasrudin,dkk 2020)


Tetapkan status gizi (Ukur Lingkar Lengan Atas/LILA)


Pengukuran LILA hanya dilakukan satu kali pada kontak pertama oleh tenaga kesehatan untuk skrining ibu hamil berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) yaitu ibu hamil mengalami kekurangan gizi dan telah berlangsung lama (beberapa bulan/tahun). Dimana pengukuran Lingkar Lengan Atas <23,5 cm dan ibu hamil dengan KEK akan beresiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (Nasrudin,dkk 2020)


Tatalaksana/penanganan kasus sesuai kewenangan


Berdasarkan hasil pemeriksaan antenatal di atas dan hasil pemeriksaan laboratorium, setiap kelainan yang ditemukan pada ibu hamil harus ditangani sesuai dengan standar dan kewenangan tenaga kesehatan. Kasus-kasus yang tidak dapat ditangani dirujuk sesuai dengan sistem rujukan dan ditangani secara khusus (Nasrudin,dkk 2020)


Standar Kunjungan Ibu Selama Kehamilan


Menurut Kemenkes RI (2019) ibu hamil disarankan untuk melakukan kunjungan ANC minimal 4 kali selama kehamilan dengan jadwal kunjungan :

a) Satu kali pada Trimester I (Usia Kehamilan 0-12 minggu)

b) Satu kali pada Trimester II (Usia Kehamilan 12-24 minggu)

c) Dua kali pada Trimester III (Usia Kehamilan 24-menjelang persalinan)

Post a comment

0 Comments