LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - KEHAMILAN (3)

Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan menajamakan pencapaian relevansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat. Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan. Uji Kompetensi Nasional diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Kebidanan dan Organisasi Profesi. Panitia Penyelenggara ditetapkan melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Selain hal tersebut, Uji Kompetensi Nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan.


LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - KEHAMILAN (3)


1. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, hamil 37 minggu, datang ke BPM untuk melakukan kunjungan ulang. Hasil anamnesis: ibu sering pusing dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puka, kepala belum masuk PAP, DJJ 120 x/menit, Hb 10,5 gram%. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Bayi besar

B. Anemia ringan

C. Anemia berat

D. Panggul sempit

E. Hipotensi


Pembahasan

B (anemia Ringan) 

Pada kehamilan trimester I dan III kadar haemoglobin normal diatas 11 gr/dl.


2. Seorang perempuan, umur 35 tahun, G1P0A0, hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan lemah. Hasil anamnesis: sering letih dan lesu. Hasil pemeriksaan: tampak lemah, konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puka, kepala, DJJ 120 x/menit, Hb 10 gr/ dL. Bidan memberikan tablet Fe dan asam folat. Kapankah waktu yang tepat untuk mengevaluasi keefektifan asuhan pada kasus tersebut?

A. 1 minggu

B. 2 minggu

C. 3 minggu

D. 4 minggu

E. 5 minggu

Pembahasan

D (4 minggu)

Evaluasi untuk keefektifan pemberian Fe dan asam folat sebaiknya dilakukan 1 bulan kemudian (4 minggu). Satu bulan setelah pemberian Fe dan asam folat, bidan perlu melakukan pemeriksaan haemoglobin kembali.


3. Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P1A0, hamil 36 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering sakit kepala. Hasil anamnesis: tidur cukup. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 22 x/menit, TFU 30 cm, puka, presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul (pap), DJJ 142x/menit, reguler, ekstemitas bawah oedema. Bidan melakukan pemeriksaan protein urine dengan hasil menggumpal. Bagaimanakah penafsiran hasil pemeriksaan penunjang pada kasus tersebut?

A. (+)

B. (++)

C. (+++)

D. Negatif

E. Batas normal

Pembahasan
 
C (+++) 
Pada pemeriksaan kualitatif reduksi urine dengan hasil menggumpal dapat diinterpretasikan hasil positif 3 (+++)

4. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0 hamil 24 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan kehamilan. Hasil anamnesis: gerakan janin aktif dirasakan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,6˚C, DJJ 140 x/menit, Ballotement (+). Berapakah TFU yang sesuai pada kasus tersebut?

A. Setinggi pusat

B. 3 jari diatas pusat

C. 3 jari dibawah pusat

D. 3 jari di atas sympisis

E. Pertengahan pusat – PX

Pembahasan

A (setinggi pusat)

Untuk usia kehamilan 24 minggu jawabannya adalah TFU setinggi pusat. TFU kehamilan untuk jawaban yang lain adalah sebagai berikut:


  • Setinggi pusat adalah 24 minggu
  • jari diatas pusat adalah 28 minggu
  • jari dibawah pusat adalah 20 minggu 
  • jari di atas sympisis adalah 12 minggu

5. Seorang perempuan, umur 26 tahun, G1P0A0 hamil 30 minggu datang ke BPM, dengan keluhan tungkai bengkak sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: tidak ada keluhan pusing . Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,6˚C, TFU 28 cm, DJJ 148 x/menit, Protein urine (+). Rencana asuhan apakah yang diberikan pada kasus tersebut?

A. Tungkai ditinggikan saat tidur

B. Tidur dengan posisi semi fowler

C. Tidur menggunakan kasur yang lunak

D. Jalan-jalan waktu pagi selama satu jam

E. Anjuran merendam kaki dengan air hangat

Pembahasan

A (tungkai ditinggikan saat tidur) 
Ibu hamil dengan keluhan tungkai bengkak akan mereda dengan posisi kaki lebih tinggi supaya aliran darah balik di pembuluh darah balik (vena) menjadi lancar karena sudah menjadi fisiologisnya klep pembuluh darah balik pada ibu hamil tonusnya melemah akibat pengaruh hormon progresteron. Untuk opsi jawaban A, B, C dan E bukan merupakan jawaban karena tidak dapat memberikan solusi tungkai bengkak.

6. Seorang perempuan, umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Poskesdes, untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: sering BAK sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, P 20 x/menit, S 36,6oC, TFU 30 cm, DJJ 148 x/menit, presentasi kepala 3/5. Penyebab apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Ibu sering minum air putih

B. Letak kandung kencing berdekatan dengan uterus

C. Peningkatan natrium dan garam dalam tubuh ibu hamil

D. Uterus yang mulai membesar menekan kandung kencing

E. Kandung kemih tertekan oleh penurunan kepala janin

Pembahasan

E (kandung kemih tertekan oleh penurunan kepala janin) 

Fisiologis kehamilan trimester III adalah terjadi penurunan bagian bawah janin (kepala) yang akan menekan kandung kemih sehingga kapasitas kandung kemih berkurang, jika terisi air kencing sedikit saja sudah terasa ingin berkemih


7. Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P0A1 hamil 36 minggu, datang ke Poskesdes untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamneis: Ibu memberikan ASI eksklusif pada anak pertamanya dan telah diberikan imunisasi TT pada umur kehamilan 20 minggu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit. S 36,7oC. TFU 32 cm, presentasi kepala belum masuk PAP, Puki, DJJ 140x/menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Edukasi gizi seimbang

B. Diskusi persiapan laktasi

C. Informasi tanda bahaya trimester 3

D. Konseling persiapan pendamping persa- linan

E. Memberikan suntikan tetanus toksoid ke dua

Pembahasan

E (informasi tanda bahaya trimester 3)

Pada usia kehamilan 34 minggu seorang G2P0A1 (seperti primipara karena belum pernah melahirkan) seharusnya bagian terbawah janin sudah masuk PAP pada usia kehamilan antara 34-36 minggu, sehingga perlu diberikan prioritas pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan. Untuk opsi jawaban yang lain (A) tidak ada indikasi untuk diberikan TT, (B) persiapan persalinan belum menja- di prioritas karena ada hal yang lebih penting, (C) dan (D) tidak ada indikasi untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan nutrisi ibu hamil.

8. Seorang perempuan, umur 23 tahun, G1P0A0 hamil 35 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: cemas menunggu persalinannya. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 360C, P 20 x/menit, TFU 32 cm, presentasi kepala, DJJ 140 x/menit. Pendidikan kesehatan apakah yang tepat pada kasus tersebut?

A. Penerimaan diri

B. Kebutuhan seksual

C. Tanda-tanda persalinan

D. Teknik pernafasan

E. Adaptasi psikologi Trimester 3

Pembahasan

E (adaptasi psikologi trimester 3) 
Adaptasi psikologi Trimester 3 karena pada seorang ibu hamil TM III akan mengalami perubahan psikologis terkait persalinannya akan merasakan cemas apakah persalinannya akan normal, apakah bayi yang dikandungnya mengalami kecacatan ataukah tidak.


9.  Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil, umur 24 tahun G1P0A0 usia kehamilan 10 minggu dengan keluhan mual muntah di pagi hari sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N, 88 x/menit, S 36,50C, P 20 x/menit, TFU belum teraba, HCG urin test (+). Anjuran apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Makan sering dengan porsi kecil

B. Menghindari makanan yang terasa pedas

C. Menganjurkan makanan tinggi karbohidrat

D. Mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C

E. Meningkatkan frekuensi makan makanan berlemak

Pembahasan

A (makan sering dengan porsi kecil)

Dengan makan sedikit dapat mengantisipasi kekurangan nutrisi karena mual yang dirasakan ibu.


10. Seorang bidan Desa bertugas melakukan pencatatan dan pelaporan melalui PWS KIA. Dalam pencatatan tersebut diketahui data cakupan K1 bulan ini adalah 85%, data cakupan K1 bulan lalu 75%. Target K1 di wilayah tersebut adalah 60%.

Apakah kesimpulan terhadap status cakupan K1 di wilayah tersebut?

A. Baik

B. Jelek

C. Cukup

D. Kurang Meningkat

Pembahasan

A (Baik)


Analisis grafik PWS KIA terdapat beberapa jenis :
  1. Status baik : angka cakupan melebihi/diatas target dan angka cakupan bulan ini meningkat dibandingkan dengan cakupan bulan yang lalu
  2. Status kurang: Angka cakupan melebihi target namun lebih rendah dari cakupan bulan yang lalu
  3. Status cukup: angka cakupan meningkat dari bulan lalu namun tetap dibawah target wilayah
  4. Status jelek: angka cakupan melebihi target wilayah dan angkanya meningkat dari bulan lalu
11. Seorang bidan bertugas melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan yang dilakukan dan situasi kesehatan ibu dan anak melalui PWS KIA. Hasil pencatatan PWS KIA tersebut di sajikan dalam bentuk grafik untuk kebutuhan pelaporan. Saat ini bidan sedang membuat grafik tentang kunjungan nifas yang dilayani 3 x oleh tenaga kesehatan. Apakah grafik yang akan dibuat bidan pada kasus tersebut?

A. K1

B. K4

C. KF

D. KN1

E. KN2

Pembahasan

C (KF)

Terdapat 13 macam grafik dalam PWS KIA
  1. Grafik cakupan kunjungan antenatal ke-1 (K1)
  2. Grafik cakupan kunjungan antenatal ke-4 (K4)
  3. Grafik persalinan oleh Nakes (Pn)
  4. Grafik kunjungan nifas (KF)
  5. Grafik Resti Masyarakat
  6. Grafik Komplikasi yang ditangani (PK)
  7. Grafik cakupan kunjungan neonatal (KN I)
  8. Grafik cakupan kunjungan neonatal Lengkap (KNL)
  9. Grafik komplikasi Neonatus yang ditangani (NK)
  10. Grafik cakupan Bayi Lengkap (KBy)
  11. Grafik cakupan Pelayanan Anak balita Lengkap (KBal)
  12. Grafik cakupan pelayanan anak Balita Sakit (BS)
  13. Grafik cakupan pelayanan KB (CPR) Soal PWS

12. Seorang perempuan, 35 tahun, G4P3A0 hamil 36 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar bercak darah dari kemaluan. Hasil anamnesis: tidak ada mules dan nyeri, gerakan janin masih dirasakan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puki, presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul, DJJ 142x/ menit, kontraksi (-), ekstremitas bawah oedema, hasil inspekuloa: tampak sisa darah ber- warna merah segar di dinding vagina, porsio masih menutup. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Vasa previa

B. Erosi portionis

C. Plasenta previa

D. Solusio plasenta

E. Kelainan hormonal

Pembahasan
C (plasenta previa)

Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi di atas atau mendekati ostium serviks interna. Faktor Predisposisi: kehamilan dengan ibu berusia lanjut, multiparitas, riwayat seksio sesarea sebelumnya. Tanda dan gejalanya dapat berupa: perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan>22 minggu, darah segar yang keluar sesuai dengan beratnya anemia, syok, tidak ada kontraksi uterus, bagian terendah janin tidak masuk pintu atas panggul, kondisi janin normal atau terjadi gawat janin. Penegakkan diagnosis dibantu dengan pemeriksaan USG.


13. Seorang perempuan, 30 tahun, G2P1A0, hamil 34 minggu, datang ke puskesmas mengeluh keluar gumpalan darah dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Hasil anamnesis: terasa nyeri pada abdomen, gerakan janin dirasakan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, TFU 34 cm, DJJ (+) kurang jelas, palpasi sulit dilakukan, ekstemitas bawah oedema tampak bercak darah berwarna bergumpal berwarna hitam.  Asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Pemasangan infus

B. Pemeriksaan USG

C. Bedrest di puskesmas

D. Rujuk ke rumah sakit 

E. Kolaborasi dengan dokter

Pembahasan

D (Rujuk Ke rumah sakit)

Tanda-tanda seperti pada kasus pada nomor soal 43 mengarah pada solusio plasenta yaitu terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya dengan tanda dan gejala: perdarahan dengan nyeri intermiten atau menetap, warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada bekuan jika solusio relatif baru, syok tidak sesuai dengan jumlah darah keluar (tersembunyi), anemia berat, gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin, uterus tegang terus menerus dan nyeri. Pada kondisi tersebut, tidak boleh ditatalaksana pada fasilitas kesehatan dasar, harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap

Post a Comment

0 Comments