LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - KEHAMILAN (2)

Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan menajamakan pencapaian relevansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat. Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan. Uji Kompetensi Nasional diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Kebidanan dan Organisasi Profesi. Panitia Penyelenggara ditetapkan melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Selain hal tersebut, Uji Kompetensi Nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan.

LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - KEHAMILAN (2)



1. Seorang perempuan, umur 28 tahun, G3P1A1 hamil 32 minggu, datang ke Polindes dengan keluhan bengkak pada kaki sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan berkurang setelah diistirahatkan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit P 20 x/ menit, S 36,6˚C. TFU 30 cm, DJJ 144x/menit teratur. Kapankah rencana kunjungan ulang pada kasus tersebut?

A. 1 minggu

B. 2 minggu

C. 4 minggu

D. 6 minggu

E. 8 minggu

Pembahasan

B (2 minggu)

Pada kasus tersebut termasuk kehamilan normal, karena UK 32 minggu TFU 30 cm dan tidak ada kelainan lain, sehingga sesuai dengan pola kunjungan ulang ibu hamil normal bahwa jika memasuki ke- hamilan TM III maka minimal dilakukan 2x yaitu se- belum UK 36 minggu (standar kunjungannya adalah tiap 2 minggu sekali) dan setelah 36 minggu (standar kunjungannya adalah tiap 1 minggu sekali).



2. Seorang perempuan, umur 27 tahun, G3P1A1 hamil 20 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilan. Hasil anamnesis: merasa pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/ menit P 24x/menit S 36,6˚C, Hb 11,2 gr%. Berapakah dosis tablet Fe yang dianjurkan sesuai kasus tersebut?

A. 1 x 60 mg

B. 2 x 60 mg

C. 1 x 80 mg

D. 2 x 80 mg

E. 1 x 120 mg

Pembahasan

A (1 x 60 mg) 
Kasus tersebut merupakan kehamilan normal, karena tanda-tanda vital normal dan Hb > 11 gr% sehingga tidak masuk kategori anemia.Untuk asuhan yang tepat adalah memberikan Fe 1x60mg

3. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu, datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: 1 bulan yang lalu pernah mengeluarkan perdarahan bercak sekali saat awal kehamilan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 88x/menit, S 370C, P 20x/menit, TFU belum teraba, HCG urin test (+). Informasi apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

A. Rujuk ke RS

B. Tirah baring

C. Penkes fisiologi kehamilan

D. Observasi dalam 24 jam

E. Penkes tanda-tanda bahaya


Pembahasan 

C (Penkes fisiologi kehamilan) 
Ibu perlu mengetahui fisiologi kehamilan. Fisiologi kehamilan adalah seluruh proses fungsi tubuh pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma, saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis.


4. Seorang perempuan, G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan disertai mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/ menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU 30 cm, DJJ 146x/menit, teratur, Hb 10 gram%, protein urine (-). Diagnosis apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

A. Gejala hipotensi

B. Anemia fisiologis

C. Suspect Bayi kecil

D. Gejala Pre eklamsi

E. Kehamilan malposisi

Pembahasan

B (Anemia Fisiologis)

Pada kehamilan akan terjadi suatu keadaan anemia fisiologis yang terjadi sebagai akibat peningkatan volume sirkulasi dan komponen plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan komponen seluler, sehingga akan terjadi gambaran hemodilusi. jika kadar Hb 10 – 11 g/ dl dianggap sebagai anemia fisiologis (delusional) atau pseudoanemia. Jika seorang wanita hamil dikatakan anemia patologis, kadar hemoglobin (Hb) < 10 g/ dl. Suatu anemia patologis dikategorikan berat atau disebut anemia gravis jika kadar Hb 6 g/ dl.

5. Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: ibu mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/ menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU 30 cm, DJJ 146x/menit, teratur, Hb 10 gram%, protein urine (-). Tindakan pertama apakah yang tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

A. Konseling persiapan kegawatdaruratan

B. Memberikan suplemen tambah darah

C. Melakukan kolaborasi dengan dokter

D. Konseling penambahan nutrisi

E. Melakukan rujukan ke RS

Pembahasan

B (Memberikan suplemen tambah darah)

Pada kehamilan, anemia fisiologis yang terjadi disebabkan oleh berkurangnya persediaan zat besi yang penting dalam pembentukan hemoglobin. Kebutuhan zat besi dalam kehamilan adalah sebesar 1000 mg. Sekitar 300 mg ditransfer aktif untuk janin dan plasenta, 500 mg untuk peningkatan massa hemoglobin dan sekitar 200 mg dikeluarkan melalui saluran cerna, urin dan kulit. Jumlah total 1000 mg ini pada umumnya melebihi simpanan besi pada kebanyakan wanita. Jumlah untuk plasenta dan ekskresi melalui saluran cerna, urine, dan kulit adalah kehilangan mutlak yang pasti terjadi meskipun ibu berada dalam kekurangan besi. Sementara itu, kandungan zat besi total yang dimiliki wanita normal hanyalah sekitar 2 gr – 2,5 gram. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan besi yang meningkat cepat pada trimester kedua kehamilan. Sehingga bila tidak ada tambahan besi eksogen, konsentrasi hemoglobin dan hematokrit turun cukup besar pada saat terjadi hipervolume pada darah ibu.

6. Seorang perempuan, umur 24 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan ulang. Hasil anamnesis: ibu mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU 30 cm, DJJ 184 x/menit, Hb 10 gram%, pro- tein urine (-). Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut :

A. Melakukan rujukan

B. Memasang infus RL

C. Resusitasi intrauterine

D. Konseling persiapan gawat darurat

E. Melakukan kolaborasi dengan dokter


Pembahasan

C (Resusitasi Intrauterine)

Denyut jantung janin pada kasus menunjukkan angka 180x/menit menunjukkan janin mengalami fetal distress (tachycardia). Kompetensi dan kewenangan bidan pada kasus kehamilan fetal distress adalah segera melakukan rujukan ke rumah sakit PONEK. Sebelum merujuk ke rumah sakit, bidan harus melakukan tindakan awal untuk stabilisasi atau pertolongan awal dengan cara melakukan resusitasi intrauterine. Cara melakukan resusitasi intrauterine adalah:

A. Memastikan ibu mendapat pasokan oksigen yang cukup

B. Memastikan asupan cairan ibu memadai dengan pemberian cairan lewat infus. Mengubah posisi ibu dengan memintanya berbaring di sisi kiri. Hal ini bertujuan mengurangi tekanan rahim pada vena besar dalam tubuh (vena cava) yang dapat mengurangi aliran darah pada plasenta dan janin.


7. Seorang perempuan, umur 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke BPM dengan keluhan nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Hasil anamnesis: sering pusing sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x.menit, S 36,5 0C, TFU 34 cm, DJJ 105 x/menit, Hb 11 gram%, protein urine (-).

Diagnosis apakah yang paling tepat pada kasus tersebut

A. Gawat Janin

B. Anemia ringan

C. Kehamilan normal

D. Suspect janin besar

E. Hipotensi

Pembahasan

A (Gawat Janin)

Diagnosis gawat janin atau fetal distrees ditegakkan bila ditemukan gejala klinis seperti:

A. Mekonium kental berwarna hijau terdapat di cairan ketuban pada letak kepala

B. Denyut jantung janin diatas 160 / menit atau tachicardia

C. dibawah 100 / menit, denyut jantung tidak teratur atau bradikardia



8. Seorang perempuan, umur 22 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke BPM dengan nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Hasil anamnesis: sering pusing sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x.menit, S 36,5 0C, TFU 34 cm, DJJ 100x/menit, Hb 10 gram%, protein urine (-). Bidan memberikan oksigen pada ibu sebanyak 5 liter/menit dan merujuk ibu. Evaluasi segera apakah yang harus dilakukan pada kasus tersebut:

A. Pola Denyut jantung janin

B. Hasil laboratorium darah

C. Perubahan tekanan darah ibu

D. Perubahan frekuensi nadi ibu

E. Perkembangan keluhan pusing ibu

Pembahasan

A (pola denyut jantung janin)

Pada kasus tersebut dari seluruh komponen indikator hasil anamnesis dan hasil pemeriksaan fisik diketemukan beberapa kondisi yang membutuhkan pemantauan yaitu:

A. Keluhan sering pusing
B. Hipotensi
C. Letak janin oblique
D. Denyut jantung menunjukkan pola mengarah pada bradikardia
E. Kadar Hb ibu dibatas ambang normal

Dari 5 kondisi yang dialami ibu pada soal tersebut yang harus dievaluasi segera adalah kondisi yang dapat menyebabkan kematian atau komplikasi paling fatal pada kondisi ibu atau janin. Dari ke-4 kondisi tersebut pemantauan pola denyut jantung janin harus segera dievaluasi.

Dalam pola berpikir atau alur manajemen kebidanan, evaluasi segera dilakukan pada komponen yang membutuhkan pemantauan ketat atau situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan klinis cepat.



9.  Seorang perempuan, umur 22 tahun, datang untuk pertama kalinya ke BPM dengan keluhan tidak haid 2 bulan. Hasil anamnesis: menikah 4 bulan yang lalu dan melakukan hubungan seksual secara rutin. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU belum teraba, Hasil pemeriksaan penunjang HCG urine (+). Fokus tujuan apakah yang dilakukan oleh bidan pada kasus tersebut?

A. Memastikan kehamilan ibu

B. Deteksi dini kelainan letak

C. Membangun hubungan baik

D. Adaptasi Penerimaan kehamilan

E. Pencegahan emesis gravidarum

Pembahasan

C (membangun hubungan baik )

Fokus kunjungan awal pada pemeriksaan kehamilan adalah untuk membangun hubungan dan komunikasi yang dengan klien

 


10. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, hamil 24 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan ulang. Hasil anamnesis: sering merasa lelah dan mudah mengantuk, gerakan janin dirasakan aktif. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, TFU setinggi pusat, ballotement (+), DJJ 120 x/menit. Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Hemoglobin 

B. Glukosa urin

C. Reduksi Urin

D. Inspekulo

E. USG

Pembahasan

A (hemoglobin)

Untuk menunjang diagnosis dan rencana asu- han pada kasus tersebut dibutuhkan pemeriksaan Hb apakah keluhan yang dirasakan disebabkan karena anemia tau tidak

Post a Comment

0 Comments