LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASAN OSCA-SKB BIDAN - KEHAMILAN




Uji kompetensi nasional merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan mempertajam pencapaian relevansi kompetensi sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan masyarakat. Uji kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan dan perilaku mahasiswa yang menawarkan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Tes Kecakapan Nasional disponsori oleh universitas bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Kebidanan dan lembaga khusus. Panitia Pelaksana diangkat berdasarkan undang-undang Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi. Selain itu, uji Kompetensi Nasional dapat digunakan dalam rangka penjaminan mutu pendidikan.

LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - KEHAMILAN


1. Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke BPM untuk konsultasi kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 2 bulan tapi belum ada tanda kehamilan, siklus haid 37 hari, tinggal serumah dengan suami, melakukan hubungan intim setiap hari. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 75 kg, TB 150 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, abdomen tidak teraba massa. Konseling apa yang paling tepat dilberikan pada kasus tersebut?

A. Rujuk ke konsultan perkawinan
B. Rujuk ke dokter obgin fertilitas
C. Pengaturan pola seksual
D. Olahraga teratur
E. Diet nutrisi

Pembahasan

E (diet Nutrisi)

Kasus ini adalah kasus perencanaan kehamilan sehat, data yang paling menonjol adalah siklus haid panjang, IMT termasuk kategori berat badan berlebih, perlu pengaturan nutrisi agar berat badan normal dan haid bisa teratur. Siklus haid jarang dapat disebabkan oleh gangguan hormon akibat kelebihan berat badan. Haid yang jarang bisa menyebabkan kesulitan hamil. Jika kehamilan tidak terjadi setelah 1 tahun dengan kontak seksual teratur, maka sudah terkategori infertilitas yang perlu rujukan untuk pengelolaan selanjutnya.


2. Seorang perempuan umur 24 tahun, datang ke BPM untuk konsultasi kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 2 bulan tapi belum ada tanda kehamilan, siklus haid teratur setiap 30 hari, tinggal serumah dengan suami, melakukan hubungan intim setiap hari. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 80 kg, TB 150 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/ menit, S 36,50C, abdomen tidak teraba massa. Konseling reproduksi apakah yang mungkin terjadi pada kasus tersebut?

A. Insufisiensi utero plasenta
B. Diabetes gestasional
C. Gemelli
D. IUGR
E. BBLR

Pembahasan
B (diabetes Gestasional)
Kasus tersebut menunjukkan kasus obesitas (hitung IMT >30).Seorang perempuan obesitas yang hamil dapat meningkatkan risiko saat kehamilannya, diantaranya abortus, diabetes gestasional, pre eklampsia, infeksi, kehamilan lewat waktu, trauma atau penyulit persalinan, stillbirth.

3. Seorang bidan Desa sedang melakukan pengkajian pada Desa binaannya, didapatkan data bahwa di desa tersebut banyak terjadi kasus anemia sekitar 40% dari usia reproduktif, sehingga banyak terjadi kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Masyarakat jarang makan ikan atau daging karena daya beli masyarakat kurang. Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Penyuluhan
B. Konseling nutrisi
C. Mencari donator tetap
D. Pemberdayaan ekonomi
E. Pendekatan tokoh masyarakat

Pembahasan
D (pemberdayaan ekonomi)
Masalah anemia dan BBLR yang terjadi pada kasus tersebut bukan karena masyarakat tidak mengerti pola hidup sehat, akan tetapi ketidakmampuan secara ekonomi membuat mereka tidak memiliki kemampuan mengkonsumsi makanan bergizi. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat pada kasus tersebut adalah pemberdayaan ekonomi.

4. Seorang perempuan, umur 25 tahun, datang ke BPM, dengan keluhan mual muntah khu susnya dipagi hari. Hasil anamnesis: haid terakhir 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70mmHg, N 80x/menit, P 24x/menit, S 370 C. TFU 2 jari diatas simfisis. Masalah apakah yang paling mungkin dari kasus tersebut?

A. Nausea
B. Vomiting
C. Hiperemesis
D. Morning sickness
E. Salivasi gravidarum

Pembahasan
D (morning Sickness)
Berdasarkan kasus diatas, maka mual muntah khususnya pada pagi hari yang terjadi padakehamilan muda adalah hal yang fisiologis yang sering disebut emesis gravidarum atau morning sickness (morning = pagi, sickness = kesakitan), sedangkan untuk jawaban yang lain adalah istilah yang umum yaitu nausea untuk mual, vomiting untuk muntah, hyper- emesis untuk kasus emesis yang sudah patologis, dan salivasi gravidarum adalah kondisi pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa.


5. Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 32 minggu datang ke BPM dengan keluhan sering BAK di malam hari sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: dalam semalam BAK sampai 3-4 kali, gerak janin dira- sakan aktif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70mmHg, N 80x/menit, P 24 x/menit, S 370 C, TFU 30 cm, teraba puki, kepala sudah masuk PAP 4/5. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Berbaring miring ke kiri
B. Hindari minum kopi atau teh
C. Perubahan fisiologis trimester 3
D. Perbanyak minum pada siang hari
E. Kosongkan Kandung kemih ketika ada dorongan

Pembahasan

C (perubahan fisiologis trimester 3)

Dalam kasus tersebut seorang ibu hamil primipara hamil 8 bulan mengeluh sering BAK ada malam hari adalah normal dan menjadi prioritas utama rencana penyelesaian masalahnya karena kondisi kehamilannya secara umum baik dan normal. Ibu perlu mengetahui apa yang menjadi keluhan utamanya sehingga fokus KIE yang diberikan adalah KIE tentang penyebab sering BAK, untuk pembahasan option yang lain merupakan bagian dari KIE tersebut khususnya bagaimana penanganannya.

6. Seorang perempuan, umur 35 tahun, G1P0A0 hamil 34 minggu, datang ke BPM dengan keluhan pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan tidak disertai pandangan kabur atau nyeri ulu hati, tidak ada riwayat tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 32 cm, DJJ 148 x/menit, protein urin (+). Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Hipertensi Kehamilan
B. Preeklamsia ringan
C. Preeklamsia berat
D. Hipertensi Kronis
E. Eklamsia

Pembahasan

B (preeklamsia ringan)

Kasus tersebut merupakan kasus patologi karena tekanan darah systole yaitu 140 dan diastole ≥ 90 disertai protein uria (+), yang menandakan Pre eklamsia ringan, karena dalam kasus tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya, maka pilihan jawaban bukan hipertensi kronis, bukan hipertensi dalam kehamilan karena terdapat protein uria dan usia kehamilan diatas 20 minggu, bukan pre eklamsi berat karena TD tidak lebih dari 160/110 mmHg, protein uria <(+2) dan bukan eklamsia karena tidak ada kejang.


7. Seorang perempuan, umur 30 tahun, datang ke BPM dengan keluhan amenorea 3 bulan. Hasil anamnesis: sering merasa mual dan muntah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 1 jari dibawah pusat, tidak teraba ballotement, terdapat bercak kecoklatan dan jaringan seperti gelembung. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Abortus imminens
B. Kehamilan ektopik
C. Missed abortion
D. Mola hidatidosa
E. Abortus insipiens

Pembahasan

D (mola hidatidosa)

Pada kasus ini TFU tidak sesuai dengan Usia Kehamilan hasil penghitungan dari HPHT (jika amenore 3 bulan maka TFU idealnya 3 jari diatas symfisis, namun kasus ini TFU 1 jari dibawah pusat seperti usia kehamilan 5 bulan), diperkuat lagi dengan tidak ada ballotment dan ada pengeluaran pervaginam bercak coklat yang menunjukkan mulai ada perdarahan; tanda gejala ini mengarah ke mola hidatidosa, diperkuat dengan gejala penyerta yaitu adanya hipertensi pada kasus mola tersebut. Kasus ini bukan kehamilan ektopik karena TFU lebih tinggi dari UK dan tidak ada ballottement, meski ada tanda-tanda flek namun tetap bukan kehamilan ektopik terganggu, bukan juga kasus abortus baik missed abortion mau- pun abortus insipiens karena TFU akan lebih rendah dan terdapat ballottement.

8. Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 12 minggu, datang ke RS dengan keluhan nyeri perut bagian bawah. Hasil anamnesis: keluar darah sedang, bercampur sedikit gumpalan dari kemaluan sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 84 x/menit, ada kontraksi uterus, nyeri tekan abdomen bagian bawah. Hasil inspekulo tampak serviks membuka dan terlihat jaringan pada serviks. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Abortus Imminens
B. Abortus Komplit
C. Abortus Insipiens
D. Abortus inkomplit
E. Mola hidatidosa

Pembahasan

D (abortus inkomplit)

Pada kasus tersebut merupakan kasus abortus, yang ditandai adanya hasil pemeriksaan keluarnya darah sedang dari kemaluan, adanya kontraksi uterus, nyeri abdomen bagian bawah, hal ini dapat terjadi pada opsi jawaban lain, namun data fokus jawaban yang mengarah kepada abortus inkomplit pada kasus tersebut adalah adanya hasil periksa dalam yang menunjukkan bahwa serviks membuka 2 cm, teraba jaringan. Artinya inkomplit berarti sedang berlangsung, dimana buah kehamilan masih dalam proses ekspulsi atau pengeluaran buah kehamilan, belum semua hasil konsepsi yang dilahirkan sebelumnya sehingga mengarah ke abortus inkomplit.

9. Seorang perempuan, umur 35 tahun, G4P3A0 hamil 24 minggu, datang ke RS mengeluh keluar darah merah segar dari kemaluan sejak 1 jam yang lalu. Hasil anamnesis: Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20 x/menit, N 84 x/menit, tidak ada kontraksi uterus dan tidak ada nyeri tekan abdomen bagian bawah, TFU setinggi pusat, DJJ 156 x/menit. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Plasenta previa
B. Solusio plasenta
C. Abortus Imminent
D. Mola Hidatidosa
E. Kehamilan ektopik

Pembahasan

A (plasenta Previa) Jawabannya adalah plasenta previa, karena berdasarkan data fokus yang ada, kehamilan trimester 2, maka adanya pengeluaran darah merah segar (bukan kehitaman) dari kemaluan dengan tanpa kontraksi dan tidak nyeri merupakan data fokus yang mengarah pada plasenta previa. Opsi jawaban solutio plasenta bukan merupakan jawaban karena tidak ada faktor predisposing misalnya hipertensi, dan tidak ada pengeluaran darah berwarna kehitaman maupun adanya kontraksi uterus yang disertai rasa nyeri.Sedangkan opsi jawaban C, D, dan E merupakan jenis perdarahan pada kehamilan muda (dibawah 20 ming gu) sedangkan datanya perdarahan setelah 20 minggu.


10. Seorang perempuan, umur 30 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan merasa sesak sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: merasa penuh di perut bagian atas. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 30 cm, bagian fundus teraba bulat, keras, melenting, pada bagian bawah teraba bulat, lu- nak kurang melenting, DJJ 140 x/menit terdengar jelas di atas pusat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat dianjurkan pada kasus tersebut?

A. Berjalan santai
B. Posisi trendenburg
C. Gerakan knee chest
D. Gerakan dorsal recumbent
E. Sering menyapu dengan sapu yang pendek

Pembahasan

C (gerakan knee chest) 


Kasus tersebut mengarah kepada masalah kehamilan dengan sungsang, sehingga asuhan yang tepat pada kasus tersebut adalah Menganjurkan ibu untuk melakukan gerakan knee chest, karena dengan kneechest maka hukum akomodasi dan gravitasi akan terfasilitasi dengan baik sehingga bokong yang besar akan menempati rongga yang luas dan kepala yang berat akan berada dibawah mendekati gravitasi bumi. Sedangkan untuk jawaban yang lain kurang dapat memfasilitasi 2 hukum tersebut.

soal2 ukom bidan
cara cek lulus ukom bidan
standar kelulusan ukom bidan
ukom bidan online
buku ukom bidan 2020
uji kompetensi bidan terbaru
panduan ukom bidan 2020
buku ukom bidan 2019
panduan ukom bidan 2021
ujian ukom kebidanan
ukombidan
ukom kebidanan 2020
biaya ukom bidan 2021
ukom profesi bidan 2021
ukom retaker bidan
ukom d3 kebidanan
ukom bidan d3 2020
ukom bidan kemendikbud
ukom retaker bidan adalah
ukom kebidanan
retaker ukom bidan
modul ukom bidan 2021
ukom bidan 2020
uji kompetensi bidan
pendaftaran ukom bidan 2021
ukom bidan 2021
pengumuman ukom bidan 2020
pengumuman ukom bidan 2021
ukom bidan

Post a Comment

0 Comments