LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASAN OSCA-SKB BIDAN - PRAKONSEPSI

Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan mena- jamakan pencapaian relevansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat. Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan. Uji Kompetensi Nasional diselenggara- kan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Kebidanan dan Organisasi Profesi. Panitia Penyelenggara ditetapkan melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Selain hal tersebut, Uji Kompetensi Nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan.




LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI

1. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya sudah lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55 Kg, TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, benjolan payudara (-), abdomen tidak teraba massa dan benjolan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

 

A.     Amenorhea

B.     Hipermenorhea

C.     Hipomenorhea

D.     Oligomenorhea

E.   Polimenorhea

Pembahasan :
B (hipermenorhea)
Keluhan haid 10 hari dan jumlah darah diperkirakan lebih dari 80 cc.
Perbandingan menstruasi normal dan hipermenorhea

Indikator

Menstruasi normal

Hipermenorhea

Lama haid

3 – 5 hari

 (2-7 hari dianggap normal)

Lebih dari 7 hari.

Jumlah darah

35 cc (10 cc – 80 cc)

lebih dari 80 cc

Frekuensi meng- ganti pembalut

1-3 pembalut / hari

lebih dari lima pem- balut perhari


2. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya lebih dari 15 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, darah bergumpal. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg , N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, TB 150 cm, BB 55 kg, pembesaran payudara normal, palpasi abdomen tidak ditemukan massa. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut ?

A.     Melakukan konseling gizi

B.     Memberikan edukasi personal hygiene

C.     Memberikan suplemen penambah darah

      D.     Melakukan konsultasi dengan dokter SpOG

      E.      Mengecek ulang keluhan pada siklus menstruasi berikutnya

 Pembahasan 

D (melakukan konsultasi dengan dokter SpOG)

Kewenangan bidan adalah pada aspek promosi, prevensi dan deteksi dini pada kesehatan reproduksi. Lama menstruasi yang lebih dari 15 hari melebihi rentang menstruasi normal (2-7 hari) menunjukkan ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

3. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya su-dah lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Ha- sil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, 36,50C. Remaja tersebut menolak bidan saat ingin melakukan palpasi abdomen dan inspeksi terhadap darah yang keluar. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A.     Meminta dukungan keluarga pasien

B.     Memberi pengertian tujuan pemeriksaan fisik

      C.     Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

      D.     Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

      E.      Meminta keterangan tertulis terkait peno- lakan pemeriksaan

 Pembahasan 

B (memberi pengertian tujuan pemeriksaan fisik)

Hak pasien sesuai UU No Kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 6:

  1. Setiap orang berhak mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.
  2. Pasal 8: Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan.
  3. Penolakan pasien yang terjadi pada kasus tersebut dikarenakan kurangnya informasi terkait pengetahuan pasien tentang tujuan pemeriksaan fisik.

4. Seorang remaja perempuan, umur 19 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haid dalam sebulan ini sudah berlangsung dua kali. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari,. Hasil pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55 kg, TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/ menit, S 36,50C, pembesaran payudara normal, benjolan payudara (-), abdomen tidak teraba massa. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A.     Amenorhea

B.     Hipermenorhea

C.     Hipomenorhea

D.     Oligomenorhea

                     E.   Polimenorhea

 Pembahasan 

E (polimenorhea)

Perbandingan POLIMENORHEA dengan menstruasi normal

Indikator

Menstruasi normal

Polimenorhea

lama siklus

21 – 35 hari

kurang dari 21 hari.

Jumlah darah

35 cc (10 cc – 80 cc)

Volume sama

Bila siklusnya kurang dari 21 hari dan disertai dengan darah yang lebih banyak dari biasa disebut Polimenorhagia (Epimenorhagia).

5. Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun, datang ke BPM dengan keluhan belum pernah mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, palpasi abdomen tidak ditemukan massa, inspeksi tampak lubang vagina dengan hymen kebiruan dan menonjol keluar. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A.     Amenorhea

B.     Aplasia vagina

C.     Atresia vagina

D.     Hematometra

E.      Hymen Imperporata

 Pembahasan 

5.              E (hymen Imperforata)

Hymen Imperforata ialah selaput dara yang tidak menunjukan lubang (Hiatus Himenalis) sama sekali, suatu kelainan yang ringan dan yang cukup sering dijumpai. Kemungkinan besar kelainan ini tidak dikenal sebelum menarche.Sesudah itu molimina menstrualia dialami tiap bulan, tetapi darah haid tidak keluar.Darah itu terkumpul di dalam vagina dan menyebabkan hymen tampak kebiru-biruan dan menonjol keluar (Hematokolpos). Bila keadaan ini dibiarkan, maka uterus akan terisi juga dengan darah haid dan akan membesar (Hematometra).

6. Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun, datang ke BPM dengan keluhan belum pernah mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, pembesaran payudara normal. palpasi abdomen tidak ditemukan massa, inspeksi vulva dan vagina tampak lubang vagina dengan hymen kebiru-biruan dan menonjol keluar. Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A.     Insisi hymen

B.     Konseling gizi

C.     Kolaborasi dengan dokter SpOG

D.     Edukasi personal hygiene

E.      Pemberian suplemen penambah darah

 Pembahasan

5.              C (kolaborasi dengan dokter SpOG)

Penanganan hymen imperforate membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti USG abdomen dan setelah diagnosis ditegakkan maka diperlukan tindaan pembedahan.Tindakan ini tidak termasuk kedalam kewenangan bidan sehingga harus dilakukan kolaborasi dengan dokter SpOG.

7.  Bidan koordinator puskesmas sedang membuat perencanaan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sebuah SMP di wilayah binaan puskesmas. Dalam survey pendahu- luan didapatkan informasi bahwa sebagian besar siswi SMP tersebut sudah mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan kesehatan di SMP tersebut sekitar 30 persen remaja putri mengalami anemia.

Informasi apakah yang paling prioritas diber- ikan pada kasus tersebut?

A.     Pola istirahat

B.     Personal hygiene

C.   Kebutuhan olah raga

D.     Kesehatan reproduksi

E.     Kebutuhan nutrisi

Pembahasan

5.           E (kebutuhan nutrisi)

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika tidak ada masalah lain.

Anemia dapat disebabkan:

  • Kekurangan Nutrisi (terutama yang mengand- ung zat besi, protein, dan asam folat)
  • Kehilangan darah / perdarahan Penyakit kronis / menahun, misalnya TBC, cacingan
Makanan yang dianjurkan bagi penderita ane- mia adalah yang mengandung:

  • Zat Besi ( Fe ): Ati, daging sapi, kuning telur, buah-buahan yang dikeringkan ( misal : kismis ), sayur-sayuran yang berwarna hijau (kangkung, daun katuk, daun ubi jalar, bayam, daun singkong, kacang buncis, kacang panjang dll. ).
  • Asam Folat: Ati, jamur, pisang, apel
  • Protein: Telur, susu, tahu, tempe, ka- cang-kacangan

8. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan nyeri haid pada 1-2 hari pertama. Hasil anamnesis: dar- ah haid banyak, ganti pembalut 3 kali perhari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, abdomen tidak teraba massa. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

A.     Memberikan analgetik

B.     Menganjurkan olahraga ringan

C.     Menjelaskan fisiologi terjadinya nyeri

D.     Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

E.      Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

 Pembahasan

B (menganjurkan olahraga ringan)

Menganjurkan olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu meancarkan aliran darah sehingga nyeri haid dapat segera membaik.Olahraga rin- gan yang baik dilakukan sebelum haid untul mencegah nyeri haid.

9. Seorang anak perempuan, umur 13 tahun, datang ke BPM diantar ibunya dengan keluhan nyeri perut. Hasil anamnesis: ibu merasa khawatir karena anak tidak bisa sekolah dan selalu terjadi setiap siklus menstruasi, darah yang keluar bergumpal dan banyak. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, tidak ada massa pada abdomen dan nyeri tekan. Tanda apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

A.     Menarche

B.     Dismenore

C.     Gangguan haid

D.     Nyeri saat ovulasi

E.      Pre menstrual syndrome

 Pembahasan

B (dismenorhea)

Seorang remaja perempuan dapat mengalami nyeri pada setiap sebelum atau awal siklus menstrua- si.Nyeri ketika menstruasi dinamakan dismenore.Dismenore merupakan suatu keluhan yang normal tetapi bisa juga merupakan pertanda suatu penyakit.Normal jika terjadi 48-72 jam, terasa seperti kram perut, nyeri perut yang terus menerus pada bagian bawah perut yang menjalar ke pinggang atau paha, tidak ditemukan ada kelainan

10. Seorang perempuan, umur 15 tahun, datang ke Puskesmas diantar ibunya dengan kelu- han haid banyak dan sering. Hasil anamnesis: siklus haid teratur sejak 2 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 80 x/ menit, S 36,5°C, abdomen tidak teraba massa, tampak darah keluar dari kemaluan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A.     Menoragia

B.     Metroragia

C.     Polimenore

D.     Hipermenore

E.      Menometroragia

 Pembahasan

 C (polimenorhea)

Polimenorhea adalah kondisi siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.

 

Post a Comment

0 Comments