IUD/SPIRAL/ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

IUD/SPIRAL/ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

IUD (Intra Uterine Device) merupakan alat kecil berbentuk seperti huruf T yang lentur dan diletakkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan, efek kotrasepsi didapatkan dari lilitan tembaga yang ada di badan IUD. (Walyani, 2015)


(1) Jenis-jenis IUD

  1. Lippes Loop
  2. Saf T Coil
  3. Dana Super
  4. Copper T (Gyne T)
  5. Copper 7 (Gravigard)
  6. Multiload
  7. Progesterone IUD
Gambar Jenis-jenis IUD


(2) Cara kerja IUD

  1. Cara kerja utama mencegah sperma bertemu sel telur.
  2. Mencegah implantasi atau tertanamnya sel telur dalam rahim.

(3) Keuntungan IUD

  1. Sebagai kontrasepsi, efektifitasnya tinggi (1 kegagalan dalam 125/170 kehamilan).
  2. Dapat efektif segera setelah pemasangan.
  3. IUD merupakan metode kontrasepsi jangka panjang atau 10 tahun.
  4. Tidak tergantung pada daya ingat.
  5. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
  6. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
  7. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
  8. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan.
  9. Membantu mencegah kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) (Mulyani, 2013).

(4) Kelemahan

  1. Pemeriksaan dalam dan peyaringan infeksi saluran genetlia diperlukan sebelum peasangan IUD.
  2. Perdarahan diantara haid (spotting)
  3. Setelah pemasangan, kram dapat terjadi dalam beberapa hari.
  4. Dapat meningkatkan resiko penyakit radang panggul.
  5. Memerlukan prosedur pencegahan infeksi sewaktu memasang dan mencabutnya.
  6. Haid semakin banyak, lama dan rasa sakit selama 3 bulan pertama pemakaian IIUD dan berkurang setelah 3 bulan.
  7. Pasien tidak dapat mencabut sendiri IUD-nya.
  8. Tidak melindungi pasien terhadap PMS (Penyakit Menular Seksual), AIDs atau HIV.
  9. IUD dapat keluar rahim melalui kanalis hingga keluar vagina.(Mulyani, 2013)

(5) Yang dapat memakai IUD

  1. Usia reproduksi.
  2. Keadaan nulipara.
  3. Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
  4. Perempuan menyusui yang menginginkan kontrasepsi.
  5. Setelah menyusui dan tidak ingin menyusui bayinya.
  6. Setelah abortus dan tidak terlihat adanya infeksi.
  7. Perempuan dengan resiko rendah IMS.
  8. Tidak menghendaki metode hormonal.
  9. Tidak menyukai untuk mengingat minum pil setiap hari.
  10. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari senggama.(Mulyani, 2013)

(6) Yang tidak bisa memakai IUD

  • Kemungkinan hamil.
  • Setelah melahirkan (2-28 hari pasca melahirkan), pemasangan IUD hanya boleh dilakukan sebelum 48 jam dan setelah 4 minggu pasca persalinan.
  • Memiliki resiko IMS (termasuk HIV),yang beresiko terinfeksi IMS/HIV yaitu :
  1. Yang mempunyai lebih dari 1 pasangan tidak selalu memakai kondom.
  2. Yang memiliki pasangan dengan HIV/IMS dan tidak selalu memakai kondom.
  • Perdarahan vagina yang tidak diketahui.
  • Sedang menderita infeksi alat genital.
  • Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita penyakit radang panggul atau infeksi setelah keguguran.

(7) Rumor dan Fakta

  • Rumor: IUD bisa berpindah dari rahim wanita ke bagian tubuh lain seperti jantung atau otak
Fakta: Normalnya IUD tetap berada di rahim. IUD tidak bisa berpindah ke jantung, otak, atau bagian tubuh lain di luar perut. Rongga rahim hanya memiliki satu saluran saja, satu tempat masuk dan satu tempat keluar yaitu melalui lubang vagina. Untuk kasus sangat jarang dimana pemasangan IUD menembus dinding atas rahim, maka IUD akan berada diluar rahim tetapi masih didalam rongga belakang rahim dan akan tetap disitu tidak akan kemana-mana.
  • Rumor: IUD bisa keluar sendiri
Fakta: Penyebab tersering adalah pemasangan yang tidak tepat, karena pemasangan tidak mencapai dinding atas rahim (fundus) sehingga IUD gampang tertarik keluar. Bisa juga akibat kurangnya konseling pasca pemasangan sehingga klien kurang paham dengan IUD (IUD memiliki benang, jika dirasakan dekat lubang vagina, jangan ditarik). Anda mungkin akan menarik benang saat jongkok karena dikira ini benda asing/rambut. IUD juga bisa keluar sendiri jika memang ada kelainan dalam leher rahim, misalnya leher rahim longgar. Itulah sebabnya diperlukan kontrol sebulan setelah pemasangan ataupun kontrol rutin untuk memastikan IUD masih ada di posisinya.
  • Rumor: IUD membuat wanita tidak subur
Fakta: Tidak benar IUD membuat wanita tidak subur. Faktanya IUD adalah metode kontrasepsi yang tidak membutuhkan waktu untuk mengembalikan kesuburan pada wanita. Wanita dapat segera hamil setelah IUD dilepas
  • Rumor: Benang pada IUD membuat suami tidak merasa nyaman ketika berhubungan seksual karena suami dapat merasakannya.
Fakta: Benang IUD yang dipotong terlalu pendek dapat menimbulkan kesan tidak nyaman, karena menjadi lebih kaku, sebenarnya benang bisa tidak di potong dan hanya di selipkan.
  • Rumor: IUD menyebabkan pendarahan terus menerus.
Fakta: Sebenarnya tidak terus menerus, hanya akan lebih panjang masa perdarahannya, hal ini dikarenakan, secara normal, pada saat kita mens, maka uterus rahim akan berkontraksi/akan mengkerutkan diri agar pembuluh darah di rahim yang robek akibat menstruasi dapat tertutup, tetapi dikarenakan ada benda asing (IUD) maka proses kontraksi ini akan terganggu (coba bayangkan bila mengepalkan tangan tapi ada benda didalam tangan, maka kepalan akan sulit) sehingga pembuluh darah jadi tidak tertutup sebagaimana bila tidak ada IUD. Hal ini mengakibatkan masa perdarahan akan lebih panjang dan perdarahan akan lebih banyak. Perlu diingat, hal ini adalah efek normal dari penggunaan IUD yang akan hilang dengan sendirinya saat rahim telah melakukan penyesuaian. Gunakan penghilang nyeri bila nyeri dirasakan sangat kuat.
  • Rumor: Sudah pasang IUD tapi tetap hamil
Fakta: Seperti halnya alat kontrasepsi lain, IUD juga memiliki tingkat kegagalan, meskipun sangat kecil. Yang dimaksud dengan gagal di sini adalah wanita tetap hamil meski sedang memakai IUD. Namun jumlah ini sangat kecil, yaitu 6 – 8 kehamilan per 1000 perempuan . Yang berarti IUD umumnya berhasil pada 99,2-99,4% wanita lain.
  • Rumor: IUD dapat menimbulkan kanker
Fakta: Tidak ditemukan data bahwa penggunaan IUD dapat menimbulkan risiko terjadinya kanker. Justru pada penggunaan IUD baik pada saat pemasangan maupun control dapat dilakukan secara bersamaan tes deteksi dini kanker leher rahim.
  • Rumor: Menyebabkan hamil di luar kandungan atau hamil anggur
Fakta: Justru sebalikknya, IUD sangat menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan atau disebut juga dengan kehamilan ektopik. Tingkat kejadian kehamilan ektofik pada wanita yang menggunakan IUD adalah 12 per 10,000 wanita per tahun. Ini sangat rendah jika dibandingkan dengan kehamilan ektopik pada wanita di Amerika Serikat yang tidak menggunakan kontrasepsi adalah 65 per 10,000 wanita per tahun.
  • Rumor: IUD bisa menempel di bagian tubuh bayi
Fakta: Pada kasus kegagalan ketika ibu hamil, IUD dapat menempel pada tubuh bayi dan akan keluar pada saat persalinan Pada kasus ini, IUD tidak mengganggu tumbuh kembang janin.
  • Rumor: IUD harus dicabut ketika meninggal
Fakta: IUD tidak perlu dicabut ketika meninggal. Sama seperti halnya pada orang yang menggunakan cincin pada jantung atau tambalan gigi, atau pen pada tulang yang patah.

Post a comment

0 Comments