Mengapa Bidan PERLU Uji Kompetensi??

 Dasar Hukum Uji Kompetensi Bidan

Uji Kompetensi Bidan bersifat wajib dilakukan dan diikuti oleh semua calon penyandang gelar professional sebelum mereka diluluskan. Dasar hukum Uji Kompetensi Bidan antara lain :


A. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 61 Ayat 3 yang berbunyi :

Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan atau lembaga sertifikasi.


B. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasar 89 Ayat 5 yang berbunyi :

Sertifikasi kompetensi diterbitkan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi mandiri yang dibentuk oleh organisasi profesi yang diakui pemerintah sebagai tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan telah lulus uji kompetensi.


C. Peraturan Menteri Nomor 70 Tahun 2008 Tanggal 26 November 2008

Peraturan ini menjelaskan tentang Uji Kompetensi bagi peserta didik kursus dan warga masyarakat.

Itulah penjelasan dari kami mengenai dasar hukum Uji Kompetensi Bidan, semoga bermanfaat.


Untuk rekan-rekan yang membutuhkan contoh soal dan kisi-kisi seputar Uji Kompetensi Bidan, silahkan mengunduhnya melalui tautan berikut ini : TRYOUT UKOM BIDAN

 


Pengertian Uji Kompetensi Bidan


Uji Kompetensi Bidan atau seringkali di singkat menjadi UKOM atau UK Bidan adalah rangkaian ujian yang dilakukan untuk menguji (mengetes) sejauh mana pengetahuan, sikap dan keterampilan para tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi sebelum mereka dinyatakan layak menyandang gelar sebagai bidan.

Uji Kompetensi Bidan mulai diberlakukan semenjak tahun 2013 dan bersifat nasional. Pengelolaannya dilakukan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia, MTPK dan Organisasi Profesi.

Uji Kompetensi Bidan dilakukan hanya pada institusi pendidikan terpilih yang diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang dinyatakan lulus setelah mengikuti UAP (Ujian Akhir Program).

Uji Kompetensi Bidan diselenggarakan dalam rangka menjamin mutu pendidikan tinggi bidang kesehatan yang salah satu kebijakan utamanya adalah penyelenggaraan uji kompetensi secara nasional.

Bidang kesehatan yang telah menyelenggarakan uji kompetensi nasional ini adalah keperawatan, kebidanan, kedokteran, kedokteran gigi dan NERS.

Uji kompetensi merupakan bagian dari upaya standarisasi registrasi dan izin praktek bagi tenaga kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Uji kompetensi diharapkan mampu menyaring tenaga kesehatan Indonesia yang kompeten dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat dengan mengutamakan prinsip utama keselamatan pasien.

Uji kompetensi juga diharapkan mampu mendorong perbaikan kurikulum dan proses pembelajaran di tiap institusi pendidikan serta menjadi dasar pembinaan mutu pendidikan bidang kesehatan.

Pengembangan dan implementasi uji kompetensi bidang kesehatan dilakukan secara bertahap untuk setiap bidang.

Peserta yang lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat profesi dari perguruan tinggi dan Organisasi Profesi.

Peserta yang melanggar dalam pelaksanaan UKMPPD akan dikenakan sanksi tegas sebagai upaya untuk meningkatkan compliant (kebijakan) terhadap standar UKMPPD.

Lalu berapakah jumlah soal yang diujikan dalam Uji Kompetensi Bidan ? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jumlah tersebut, silahkan simak Panduan ukom bidan

Untuk rekan-rekan yang membutuhkan contoh soal dan kisi-kisi seputar Uji Kompetensi Bidan, silahkan mengunduhnya melalui tautan berikut ini : TRYOUT UKOM BIDAN


Peraturan Menteri Ristekdikti Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan


Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) melampirkan peraturan baru dengan Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan.

Tenaga kesehatan adalah salah satu faktor terpenting dalam mendukung fungsi sistem pelayanan kesehatan. Dibutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi dalam jumlah dan sebaran yang baik untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal.

 

Peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menjalankan sistem pelayanan kesehatan.

 

Salah satu upaya untuk mendorong percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah dengan meningkatkan kendali mutu lulusan pendidikan. Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan menajamakan pencapaian relefansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat.

 

Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan. Uji Kompetensi Nasional diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Organisasi Profesi.

 

Penyelenggaraan dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ujian ini ditujukan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kompetensi kerja. Selain hal tersebut, Uji Kompetensi Nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan.

 

Untuk mengetahui Peraturan Kemenristek Dikti tersebut, silahkan rekan-rekan mengunduhnya melalui tautan berikut ini : Download Peraturan Ristek Dikti Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan.

Untuk rekan-rekan yang membutuhkan contoh soal dan kisi-kisi seputar Uji Kompetensi Bidan, silahkan mengunduhnya melalui tautan berikut ini : TRYOUT UKOM BIDAN

Post a comment

0 Comments