LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - PELAYANAN KONTRASEPSI (4)

Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang Pelayanan Kontrasepsi. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses


1. Seorang perempuan, umur 28 tahun, datang ke BPM dengan keluhan batang susuk keluar. Hasil anamnesis: ppemasangan KB susuk dilakukan 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, P 22 x/menit, N 84 x/menit, S 36,80C, tampak implan di ujung luka pemasangan, tidak ada tanda infeksi.

Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Menyarankan untuk mengganti metode

B. Kolaborasi dengan dokter untuk penangannnya

C. Membiarkan batang susuk dan segera rujuk ke RS

D. Mencabut dan mengganti batang susuk

E. Konseling

Pembahasan

D (mencabut dan mengganti batang susuk)

Implan merupakan metode kontrasepsi yang dimasukkan kedalam bawah kulit, sehingga batang implan harus terjaga harus steril menghindari infeksi, ketika batang implan keluar dari tempat pemasangan/ lengan, maka akan terjadi kontak/terkontaminasi pada media sekitarnya sehingga kondisi implan sudah tidak steril, asuhan yang dilakukan ketika hal tersebut terjadi adalah langsung mencabut implan dan diganti dengan implan yang baru.


2. Seorang perempuan, umur 30 tahun, P2A0, nifas 6 minggu datang ke BPM untuk konsultasi. Hasil anamnesis: tidak cocok menggunakan metode hormonal, suami bekerja di luar kota, berencana memberikan ASI eksklusif, memiliki riwayat infeksi panggul dan dismenorhoe, sudah mendapatkan haid dan belum berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 80 x/ menit, S 370C, P 20 x/menit, TFU tidak teraba.

Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. MAL

B. AKDR

C. Kondom

D. Metode kalender

E. Senggama terputus

Pembahasan

C (Kondom) 

Pada kasus tersebut terdapat kontra indikasi penggunaan AKDR, MAL, serta metode sederhana tanpa alat sehingga kontrasepsi yang paling tepat pada kasus tersebut adalah kondom


3. Seorang perempuan, umur 37 tahun, P4A0, datang ke BPM dengan keluhan takut hamil. Hasil anamnesis: ibu mengaku 12 jam yang lalu melakukan hubungan dengan suami menggunakan kondom, namun bocor. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit, S 360C, konjungtiva merah muda, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak tampak pembesaran uterus.

Perencanaan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Lakukan rujukan

B. Konseling kontrasepsi darurat

C. Sarankan ibu untuk USG

D. Pemberian alat kontrasepsi

E. Konseling kemungkinan tidak hamil

Pembahasan

B (konseling kontrasepsi darurat) 

Kontrasepsi darurat hanya efektif jika digunakan dalam 72 jam sesudah hubungan seksual tanpa perlindungan, sehingga ketika terdapat klien pengguna metode kontrasepsi kondom yang mengalami ke- bocoran pada saat berhubungan suami isteri < 72 jam, asuhan yang bisa dilakukan adalah pemberian metode kontrasepsi darurat



4. Seorang perempuan, umur 37 tahun, P4A0, datang ke BPM bersama suaminya untuk berkonsultasi mengenai metode KB. Ha- sil anamnesis: menstruasi teratur, siklus 28 hari, anak terkecil 1 tahun, memiliki riwayat preeklamsia dan perdarahan postpartum serta berencana tidak ingin menambah anak. Ha- sil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, abdomen tidak teraba massa.

Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. AKDR

B. AKBK

C. Suntik

D. MOW

E. Kondom

Pembahasan

D (MOW)

Pada kasus tersebut metode kontrasepsi yang paling tepat adalah MOW sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien serta tidak ada kontraindikasi terhadap metode tersebut.


5. Seorang perempuan, umur 32 tahun, P2A0, nifas 6 minggu, datang ke BPM untuk konsultasi KB. Hasil anamnesis: berencana ASI eksklusif, riwayat infeksi panggul, dismenorhoe, belum haid dan belum berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 170/100 mmHg, N 80 x/menit, S 370C, P 20 x/menit, TFU tidak teraba.

Metode kontrasepsi apakah yang tepat pada kasus tersebut?

A. MAL

B. AKDR

C. AKBK

D. Suntik

E. Pil

Pembahasan

A (MAL)

Kasus tersebut memiliki kontra indikasi untuk pemasangan IUD dan metode hormonal, sehingga metode kontrasepsi yang paling tepat digunakan pada kasus tersebut adalah MAL


6. Seorang perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM untuk ber-KB. Hasil anamnesis: baru menikah 1 hari yang lalu dan belum melakukan hubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 90/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 360C. Konjungtiva merah muda, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus.

Konseling KB apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. MKJP

B. Hormonal

C. Reversible

D. Irreversible

E. Sederhana

Pembahasan

C (Reversible)

Metode kontrasepsi reversibel adalah bentuk metode kontrasepsi yang kembali ke kondisi kesub- uran yang cepat sehingga sesuai kasus tersebut klien 17 tahun masuk dalam kategori fase menunda kehamilan, sehingga sesuai kasus klien dapat memilih metode kontrasepsi yang reversibel


7. Seorang perempuan, umur 20 tahun, datang ke BPM konsultasi KB sederhana. Hasil anamnesis: baru menikah dan belum melakukan hubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 90/70mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 360C. Konjungtiva merah muda, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus.

Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pil

B. Kondom

C. Mini Pil

D. Suntik 3 bulan

E. Suntik 1 bulan

Pembahasan

B (Kondom) 

Jenis metode kontrasepsi sederhana dengan alat adalah kondom, aerosol,spermisid


8. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 postpartum 6 minggu, datang bersama pasangannya ke BPM untuk ber-KB. Hasil anamnesis: pernah gagal IUD, sedang pengobatan sirosis hepatis. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70mmHg, N 80x/menit, P 20 x/ menit, S 360C. Konjungtiva merah muda, sklera kuning, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus, terdapat pembesaran hati.

Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pil

B. Suntik

C. AKDR

D. AKBK

E. Kondom

Pembahasan

E (Kondom) 

Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang memiliki klarifikasi persayaratan me- dis pada kategori 1 untuk semua kondisi medis klien. Kategori 1 : kondisi dimana tidak ada pembatasan apa pun dalam penggunaan metode kontrasepsi



9. Seorang perempuan, umur 33 tahun, P3A0, postpartum 30 hari, datang ke BPM untuk ber-KB. Hasil anamnesis: tidak mempunyai riwayat penyakit, ibu bingung memilih alat kontrasepsi yang tepat.Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/m, P 24 x/m, S 360C.

Hak klien apakah yang harus diberikan sesuai kasus tersebut?

A. Pemberian informasi mengenai jenis KB

B. Pengambilan keputusan pemilihan kon- trasepsi

C. Pelayananan pemeriksaan penunjang

D. Pendampingan oleh pasangan

E. Efek Samping KB

Pembahasan

A (Pemberian informasi mengenai jenis KB) 

Asuhan kebidanan yang dilakukan pada klien yang mengalami kebingungan mengenai informasi KB adalah pemberian informasi mengenai macam-macam KB



10. Seorang perempuan, umur 48 tahun, datang ke Posbindu dengan keluhan haid yang tidak teratur sejak 6 bulan terakhir. Hasil anamnesis: haid terakhir 2 bulan yang lalu, akseptor AKDR, sering susah tidur, banyak berkeringat di malam hari, serta ibu merasa sangat khawatir. Hasil pemeriksaan: TD 130/90 mmHg, N 88 x/menit, S 36,7°C, abdomen tidak teraba adanya massa, PP test (-).

Pendidikan kesehatan apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?

A. Terapi hormone pengganti untuk mengu- rangi gejala menopause

B. Perubahan hormonal selama masa peri- menopause

C. Diet tinggi kalsium untuk mencegah osteoporosis

D. Olahraga teratur untuk memperkuat tulang

E. Pemakaian kontrasepsi hormonal


Pembahasan

B (Perubahan hormonal selama masa peri- menopause) 

Keluhan yang dirasakan lazim terjadi pada ibu menjelang masa menopause atau selama masa perimenepause/klimakterium.Penjelasan atau pendi- dikan kesehatan terhadap perubahan hormonal yang terjadi penting diberikan kepada ibu agar tidak merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi.Diet tinggi kalsium dan olah raga teratur juga perlu disarankan, sedangkan terapi hormone pengganti perlu konsulta- si lebih lanjut.Pemakaian kontrasepsi hormonal tidak diperlukan karena ibu masih menjadi akseptor AKDR dan menjelang menenpause.Pada kasus tersebut yang paling tepat adalah jawaban B.

Post a Comment

0 Comments