LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - PPPK BIDAN - PELAYANAN KONTRASEPSI (3)

Hai teman-teman bidan di Seluruh Nusantara, kali ini admin akan membagikan soal dan pembahasan ukom kebidanan tentang Pelayanan Kontrasepsi. Semoga bisa dijadikan referensi belajar kalian semua. Semoga sukses






1. Seorang perempuan, umur 27 tahun, akseptor IUD, datang ke BPM dengan keluhan sejak dua bulan yang lalu tidak haid. Hasil anam- nesis: nyeri perut bagian bawah. Hasil pemer- iksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/ menit, P 24x/menit S 36,70C, palpasi TFU belum teraba, inspekulo benang IUD masih terlihat. 

Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Mencabut IUD

B. Memberikan konseling

C. Melakukan tes kehamilan

D. Memberikan terapi hormon

E. Merujuk ke dokter kandungan

Pembahasan

C (melakukan tes kehamilan)

Efek samping dari metode kontrasepsi AKDR adalah perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antara menstruasi serta tim- bul sakit saat haid, sehingga ketika klien pengguna AKDR mengalami tidak haid 2 bulan, kemungkinan besar terjadi kehamilan sehingga asuhan yang dilaku kan adalah test kehamilan.


2. Seorang perempuan, umur 36 tahun, P1A0, akseptor KB pil, datang ke BPM karena lupa minum kontrasepsi oral selama 1 hari berturut-turut. Hasil anamnesis: 10 jam yang lalu sudah berhubungan dengan suaminya, ibu merasa khawatir takut hamil. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/ menit, P 24x/menit S 36,70C

Asuhan apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?

A. Konseling untuk kontrasepsi darurat

B. Melanjutkan konsumsi pil yang tersedia

C. Memberikan konseling KB pengganti

D. Menganjurkan pemeriksaan USG

E. Meminta ibu melanjutkan pil berikutnya

Pembahasan

A (konseling kontrasepsi darurat)

Kontrasepsi darurat hanya efektif jika digunakan dalam 72 jam sesudah hubungan seksual tanpa perlindungan, sehingga ketika terdapat klien yang lupa minum pil selama 2 hari berturut-urut, asuhan yang bisa dilakukan adalam pemberian metode kontrasepsi darurat.


3. Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke BPM dengan keluhan ingin menunda kehamilan. Hasil anamesis: telah menikah 1 bulan yang lalu, saat ini sedang menstruasi. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit, S 36,70C, tidak ada pembesaran abdomen.

Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Pil

B. Suntik

C. AKDR

D. AKBK

E. MOW

Pembahasan

A (pil) 

Berdasarkan urutan pemilihan kontrasepsi yang rasional, klien dengan usia 24 tahun yang tidak ingin mmiliki anak terlebih dahulu termasuk kedalam fase menunda kehamilan, sehingga urutan pemilihan kontrasepsi urutan pertama adalah menggunakan Pil


4. Seorang perempuan, umur 30 Tahun, P1A0, datang ke BPM dengan keluhan ingin menggunakan KB pil. Hasil anamnesis: anak terkecil usia 1 tahun, belum haid, KB sebelumnya sanggama terputus. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/ menit, S 36,70C, abdomen tidak ada massa.

Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Anjurkan menunggu menstruasi berikut- nya

B. Pemeriksaan genetalia tanda mungkin hamil

C. Pemberian kontrasepsi darurat

D. Lakukan pemeriksaan PP Test

E. Pemberian kontrasepsi pil

Pembahasan

A (anjurkan menunggu menstruasi berikutnya)

Sanggama terputus adalah metode KB tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi, sehingga menstruasi teratur setiap bulan jika metode senggama terputus dapat dilaksankaan dengan disiplin tinggi antara pasangan suami isteri, namun jika terjadi tidak haid maka kemungkinan dapat terjadi kehamilan. Klien yang ingin menggunakan suatu metode kontrasepsi berupa alat/obat saat klien belum menstruasi, kemungkinan hamil sehingga dianjurkan untuk menunggu haid terlebih dahulu.


5. Seorang perempuan, umur 28 tahun, aksep- tor KB pil, datang ke BPM dengan keluhan selama 3 bulan ini mengeluarkan bercak da- rah berwarna merah kecoklatan dari jalan la- hir. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit, S 36,70C, tidak ada masa pada abdomen, pemeriksaan genetalia bercak darah (+)

Efek samping apakah yang sedang dialami pada kasus tersebut?

A. Spotting

B. Menoragia

C. Metroragia

D. Haemoragia

E. Menometroragia

Pembahasan

A (Spotting) 

Efek samping atau keterbatasan dari metode kontrasepsi pil salah satunya adalah sering ditemui adanya gangguan haid seperti: perdarahan tidak teratur/perdarahan bercak (spotting), sehingga jika ditemukan pada klien dengan kondisi keluar bercak darah, kemungkinan klien tersebut mengalami spotting


6. Seorang perempuan, umur 25 tahun, akseptor KB pil, datang bersama keluarga ke puskesmas dengan keluhan muntah-muntah. Hasil anamnesis: baru menggunakan pil 3,5 bulan yang lalu, muntah disertai diare, ti- dak memakan makanan yang menyebabkan diare. Hasil pemeriksaan: KU ibu baik, TD 100/60 mmHg, N 70x/menit, P 28x/menit, S 37,0C, tidak teraba masa pada abdomen.

Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Menganjurkan berhenti minum pil untuk sementara

B. Rawat inap untuk observasi fisik

C. Memberikan obat anti mual

D. Mengganti kontrasepsi

E. Rujuk ke RS

Pembahasan

A (menganjurkan berhenti minum pil untuk sementara) 

Salah satu keterbatasan metode kontrasepsi pil adalah mual terutama pada 3 bulan pertama, yang terjadi pada klien pengguna pil terjadi muntah lebih dari 3 bulan sehingga asuhan yang dilakukan adalah menganjurkan untuk berhenti minum pil sementara.


7. Seorang perempuan, umur 28 tahun, P2A0, akseptor KB pil, datang bersama keluar- ga ke RS dengan keluhan lupa minum pil 1 hari. Hasil anamnesis: anak terkecil 3 tahun, menstruasi teratur setiap bulan, ibu merasa khawatir. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 24x/menit, S 36,80C, tidak ada masa pada abdomen.

Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

A. Lanjutkan minum pil sesuai jadwal

B. Ganti cara kontrasepsi

C. Minum 2 pil sekaligus

D. Berhenti minum pil

E. Minum pil kondar

Pembahasan

C (minum 2 pil sekaligus) 

Metode kontrasepsi pil merupakan metode kontrasepsi yang penggunanya harus memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk dapat diminum setiap hari, kondisi klien akaseptor KB pil yang lupa minum pil 1 hari, maka asuhan yang dapat diberikan adalah minum 2 pil sekaligus pada hari selanjutnya


8. Seorang perempuan, umur 30 tahun, datang ke posyandu dengan keluhan mengalami perdarahan bercak (sedikit-sedikit) selama 3 bulan terakhir. Hasil anamnesis: akseptor KB Indoplant sejak 1 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, S 370C,P 20 x/menit.

Bagaimana penanganan yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Dilakukan pelepasan indoplan

B. Pemberian 100 mg etinilestradio 3-7 hari

C. Pemberian pil kombinasi selama 1 siklus

D. Pemberian ibuprofen 3x1000 mg selama 5 hari

E. Pemberian 1,75 estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari

Pembahasan

C (Pemberian pil kombinasi selama 1 siklus)

Efek samping atau keterbatasan dari metode kontrasepsi implan salah satunya adalah sering ditemui adanya gangguan haid seperti: perdarahan tidak teratur/perdarahan bercak (spotting), sehingga jika ditemukan pada klien dengan kondisi tersebut maka asuhan yang diberikan adalah pemberian pil kombinasi selama 1 siklus sehingga spotting dapat teratasi.



9. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0, datang ke RS dengan keluhan bercak darah (spotting) sudah 2 minggu. Hasil anamnesis: saat ini akseptor KB implant, dipasang 1 bulan lalu, tidak ada nyeri dan rasa pusing. Hasil pemeriksaan: BB: 54 kg, TB 160 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, abdomen tidak teraba massa, inspekulo terdapat bercak darah dari ostium uteri internum

Kondisi apakah yang paling mungkin dialami pasien pada kasus tersebut?

A. Obesitas

B. Erosi porsio

C. Proses nidasi

D. Gangguan hormonal

E. Efek samping kontrasepsi

Pembahasan

E (Efek samping kontrasepsi)

Bercak/spotting adalah efek samping dari pengunaan kontrasepsi implant, karena akibat mekanisme kerja memperoleh ovulasi, menipiskan dinding endometrium, mengentalkan lender serviks. Dari mekanisme kerja implant memberikan efek kontrasepsi, namun menyebabkan bercak/spotting



10. Seorang perempuan, umur 28 tahun, P3A0, baru dipasang implanon di BPM. Hasil anamnesis: umu anak terkecil 6 bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, P 22 x/menit, N 84 x/menit, S 36,80C. Bidan lalu memberikan konseling mengenai kontrasepsi yang di- gunakan tersebut.

Berapakah lama efektivitas kontrasepsi pada kasus tersebut?

A. 1 tahun

B. 2 tahun

C. 3 tahun

D. 4 tahun

E. 5 tahun


Pembahasan

D (4 tahun)

Implanon dirancang khusus untuk inhibisi ovulasi selama masa penggunaaan. Karena ovulasi pertama dan luteinisasi terjadi pada paruh kedua tahun ketiga penggunaan maka implanon hanya direkomendasikan untuk 3 tahun penggunaan walaupun ada penelitian yang menyatakan masa aktifnya dapat mencapai 4 tahun, sehingga direkomendasikan masa penggunaan 3 tahun untuk metode kontrasepsi implanon.

Post a Comment

0 Comments