LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - PPPK BIDAN (5)


Berikut ini adalah contoh latihan online soal PPPK Kesehatan Bidan. Mudah-mudahan dapat digunakan sebagai sarana latihan dapam mempersiapkan ujian PPPK Kesehatan Bidan. Semoga Bermanfaat dan sukses selalu





1. Salah satu tujuan pemberian imunisasi MR adalah

A. Menurunkan angka kematian bayi

B. Menurunkan angka kematian ibu

C. Mencegah efek teratogenik infeksi rubella selama periode pra konsepsi

D. Mencegah infeksi campak dalam masa kehamilan

E. Mencegah kematian akibat rubella pada kelompok usia dewasa muda

JAWABAN C


2. Pernyataan yang benar mengenai pemberian vaksin MR adalah

A. Vaksin dapat bertahan hingga 24 jam setelah dilarutkan

B. Satu vial vaksin dapat digunakan untuk 1x suntikan

C. Vaksin disuntikkan secara subkutan

D. Vaksin harus disimpan dalam keadaan beku

E. Vaksin tidak perlu dilarutkan

JAWABAN C


3. Seorang anak berusia 2 tahun datang ke posyandu untuk mendapat imunisasi MR. Ibu mengatakan bahwa anak saat ini sedang pilek tetapi tidak batuk dan demam. Saat dilakukan pemeriksaan didapatkan suhu 37,5oC, nadi 82x/menit. Apakah yang selanjutnya dilakukan oleh bidan?

A. Memberikan imunisasi MR

B. Menunda pemberian imunisasi MR

C. Melakukan kolaborasi dengan dokter

D. Menganjurkan ibu untuk meNerima imunisasi di puskesmas

E. Memberi tahu ibu bahwa pilek adalah kontraindikasi MR

JAWABAN B


4. Bidan di puskesmas Sukamaju sedang menjalankan program imunisasi MR tetapi banyak orang tua yang menolak imunisasi MR karena isu bahwa vaksin ini haram karena mengandung babi. Apakah tindakan yang dapat bidan lakukan untuk menigkatkan cakupan MR?

A. Melibatkan tokoh agama saat promosi imunisasi MR

B. Menyebarkan leaflet tentang imunisasi MR

C. Menggiatkan kegiatan posyandu

D. Melakukan program suntik MR di pusat perbelanjaan

E. Melakukan penyuluhan kepada orang tua tentang efek samping imunisasi MR

JAWABAN A


5. Bidan memeriksa tinggi badan seorang anak B berusia 22 bulan. Setelah melakukan penilaian dengan grafik standar tinggi badan menurut usia didapatkan bahwa skor Z kurang dari -2SD. Berdasarkan hasil tersebut anak B masuk dalam kategori?

A. Stunting

B. Obesitas

C. Gizi kurang

D. Gizi lebih

E. Sesuai usia

JAWABAN A


6. Bidan memeriksa tinggi badan seorang anak B berusia 22 bulan. Setelah melakukan penilaian dengan grafik standar tinggi badan menurut usia didapatkan bahwa skor Z kurang dari -2SD. Data apakah yang harus dikaji untuk mengetahui penyebab masalah?

A. Riwayat komplikasi penyakit

B. Riwayat kunjungan neonatus

C. Riwayat penyakit keturunan

D. Riwayat tinggi badan keluarga dekat

E. Tanda penyakit infeksi pada anak

JAWABAN E


7. WHO menyebutkan bahwa untuk menurunkan angka stunting maka diperlukan upaya intervensi spesifik yang difokuskan selama periode:

A. Selama 1000 hari pertama kehidupan

B. Selama 100 hari pertama kehidupan

C. Selama masa antenatal

D. Selama masa neonatus

E. Selama masa balita

JAWABAN A


(1) Pemberian imunisasi dasar lengkap dan kapsul vitamin A

(2) Pemberian kapsul zat besi selama masa antenatal

(3) Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan

(4) Pemberian kalsium selama masa antenatal

(5) Pemberian MPASI berkualitas

8. Diantara pilihan diatas, manakah yang termasuk dalam intervensi spesifik pencegahan stunting?

A. 1,3,4

B. 1,3,4,5

C. 2,3,4

D. 1,2,3,5

E. 1,2,3

JAWABAN D


9. Upaya pencegahan stunting selama masa neonatal adalah?

A. Pemberian vitamin K

B. Pemberian imunisasi Hb 0

C. Inisiasi menyusu dini

D. Pemberian susu formula

E. Penimbangan rutin ke posyandu

JAWABAN C


10. Berdasarkan laporan PWS KIA didapatkan bahwa cakupan KN1 desa A adalah 60%. Dibandingkan dengan target KN1 nasional dalam Renstra Kemenkes 2015-2019, cakupan tersebut?

A. Mencapai target

B. Melampaui target

C. Dibawah target

D. Sesuai target

E. Rendah dari target

JAWABAN C

Post a Comment

0 Comments