METODE SUHU BASAL (THERMAL)

Definisi
suatu metode yang dilakukan dengan mengukur suhu tubuh untuk mengetahui suhu tubuh basal, menentukan masa ovulasi. Karena progesteron yang dihasilkan oleh corpus luteum, menyebabkan peningkatan suhu basal tubuh. Sebelum perubahan suhu basal tubuh tubuh dipertimbangkan sebagai masa ovulasi, suhu tubuh terjadi peningkatan sedikitnya 0,4ºF (0,2 - 0,5ºC) diatas 6 kali perubahan suhu sebelumnya yang diukur.


Dasar
Peningkatan suhu basal tubuh 0,2 – 0,5 ºC pada saat ovulasi yang disebabkan oleh hormon progesterone

Efektifitas Metode Suhu Basal
Cukup baik dengan angka kegagalan 0,3 – 6,6 kehamilan per 100 wanita per tahun

Keuntungan Metode Suhu Basal
-                    Meningkatkan pengetahuan & kesadaran pasangan terhadap masa subur
-                    Membantu wanita yg mengalami siklus tidak teratur
-                    Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain selain lendir serviks
-                    Berada dalam kendali wanita
-                    Dapat untuk mencegah atau meningkatkan kehamilan

Kekurangan
-                    Membutuhan motivasi
-                    Perlu diajarkan oleh spesialis KB
-               Suhu tubuh basal dipengaruhi oleh byk faktor (sakit, kurang tidur, stress, alkohol, sedatif, imunisasi, iklim)
-         Bila suhu tidak diukur pada sekitar waktu yang sama setiap hari menyebabkan ketidak akuratan suhu tubuh basal
-                    Tidak mendeteksi permulaan masa subur sehingga sulit mencapai kehamilan
-           Butuh masa pantang yg panjang, karena hanya mendeteksi masa pasca ovulasi sehingga abstinen  sudah harus dilakukan pra ovulasi

Teknik Metode Suhu Basal Badan:
-    Umumnya digunakan thermometer khusus dengan kalibrasi yang diperbesar (basal thermometer).
-           Waktu pengukuran harus pada saat yang sama setiap pagi dan setelah tidur nyenyak sekiranya 3-5 jam serta masih dalam keadaan istirahat mutlak.
-                    Pengukuran dilakukan secara: Oral (3 menit), Rektal (1 menit),


Post a comment

2 Comments