TANYA JAWAB IMUNISASI DAN VAKSIN COVID-19

 TAK KENAL MAKA TAK KEBAL


Vaksin melatih tubuh untuk kenal, lawan dan kebal penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi covid-19. untuk lebih memahami apa itu covid-19 kalin bisa membaca artikel berikut : corona virus



Apakah vaksin covid adalah obat?

Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. 

Selama Vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, upaya perlindungan yang bisa kita lkukan adalah disiplin 3M; memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun.


Kapan vaksin COvid-19 siap untuk didistribusikan?

Pelaksanaan vaksinasi bertahap COVID-19 akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Badan POM berdasarkan hasil uji klinik diluar negeri atau diIndonesia.


Bagaimana skema penahapan pemberian vaksin di Indonesia>

Ditahan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukan bagi garda terdepan dengan resiko tinggi yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS dan kelompok masyarakat lainnya.

Terkait perencanaan vaksinasi bertahap hal yang lebih detail, saat ini pemerintah sedang menyusun peta jalan atau roadmap yang akan menjelaskan mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh.


Apakah Vaksin COVID-19 nanti juga tersedia untuk anak-anak?

Saat ini uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.


Apakah vaksin COVID-19 juga akan diberikan pada masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun?

Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan usia terbanyak terpapar COVID-19.

Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin didunia saat ini baru diuji cobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia diatas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.


Apakah vaksin COVID-19 melindungi secara jangka panjang?

Masih diperlukan penelitian lebih lanjit untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19


Bagaimana vaksin COVID-19 dikembangkan?

Meski pada saat darurat dan dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektivitas vaksin adalah prioritas utama. Pengembangan vaksin tetap harus melalui  tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari :

  • Tahap Praklinik
  • Tahap Klinis (fase 1-3)
  • Penetapan penggunaan vaksin
Sembari menunggu vaksin COVID-19 siap tersedia untuk masyaraka5t, maka kita harus tetap melawan pandemi ini dengan patuh protokol kesehatan. #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun





Seberapa ampuh vaksin COVID-19 melindungi kita dari penularan?

Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi dan dikirim dan berapa banyak target jumlah akan divaksinasi.

Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (Herd Immunity).

Bagaimana cara vaksin bekerja?

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. sehingga apabila terpapat, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.


Apakah terdapat efek samping dari pemberian vaksin?

Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dna bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek samping ringan seperti demam atau nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Melalui tahapan pengembangna dna pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehiingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibanding resiko sakit karena terinfeksi bila tidak vaksin.


Seberapa ampuh vaksin COVID-19 akan melindungi ?

Efek perlindungan vaksin masih menunggu hasil uji klinis fase III dan pemantauan selesai. Namun, sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19

Perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perly tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protoko; kesehtan 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.


Apakah ada vaksin lain yang direkomendasikan untuk tenaga kesehtan dalam masa pandemi COVID-19?

Ya, ada. karena ada penyakit yang kemungkinan dapat dicegah dengan imunisasi lainnya, seperti influenza dna campak. semua tenaga kesehtan harus menerima vaksin sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan secara nasional.


Apakah program imunisasi bayi dan anak harus tetap dilanjutkan sesuai jadwal dimasa pandemi COVID-19?

Ya, imunisasi bayi dan anak tidak boleh terhenti dan tetap mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan direkomendasikan secara nasional. Salah satunya adalah imunisasi bayi baru lahir (BCG, OPV/Polio tetes, Hepatitis B) yang tak boleh tertinggal.


Jika layanan imunisasi lainnya tertunda kapan kegiatan imunisasi dilanjutkan kembali?

Imunisasi yang tertunda harus dilanjutkan kembali segera setelah resiko penularan COVID-19 berkurang dna pelayanan imunisasi sudah mampu untuk dilanjutkan. Protokol kesehtan tetap prioritas pada saat pelayanan imunisasi dimulai kembali. 


Secara medis, apa risikonya jika kita tidak mendapatkan vaksinasi? Padahal ada beberapa kasus anak tetap sehat meskipun tanpa vaksinasi? 

Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tentu, apabila seseorang tidak menjalani vaksinasi maka ia tidak akan memiliki kekebalan spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi tersebut. 
Apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok inilah yang menyebabkan proteksi silang, dimana anak tetap sehat meskipun tidak diimunisasi karena anak-anak lainnya di lingkungan tempat tinggalnya sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap, sehingga anak yang tidak diimunisasi ini mendapatkan manfaat perlindungan melalui kekebalan kelompok yang ditimbulkan dari cakupan imunisasi yang tinggi tadi. Anak yang tidak diimunisasi tersebut dilindungi oleh orangorang disekitarnya yang telah kebal terhadap penyakit tertentu sehingga risiko tertular penyakit dari orang sekitarnya menjadi kecil. Hal ini menunjukan bahwa imunisasi dengan cakupan yang tinggi dan merata sangatlah penting. 
Namun, jika suatu saat anak tersebut keluar dari wilayah dengan cakupan tinggi tadi, anak tersebut akan memiliki risiko untuk tertular penyakit karena pada dasarnya ia belum memiliki kekebalan spesifik yang didapat dari imunisasi

Post a comment

0 Comments