LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI - SKB BIDAN - PPPK BIDAN - KOMUNITAS- ETIKOLEGAL DAN KOMUNIKASI KONSELING

Berikut ini adalah contoh latihan online soal PPPK Kesehatan Bidan. Mudah-mudahan dapat digunakan sebagai sarana latihan dapam mempersiapkan ujian PPPK Kesehatan Bidan. Semoga Bermanfaat dan sukses selalu



1. Seorang perempuan berusia 26 tahun G3P2A0 hamil 32 minggu datang ke BPM mengeluh mengeluarkan darah banyak dari jalan lahir berwarna merah segar. Hasil pemeriksaan TFU 3 jari di atas pusat. DJJ 100x/menit dan bidan melakukan rujukan. Apakah peran bidan pada kasus di atas?

a. Pemberdaya

b. Pelaksana

c. Pengelola

d. Pendidik

e. Peneliti

Kata kunci: bidan melakukan rujukan

Jawaban: B

 

Pelaksana

Sebagai pelaksana bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi dan tugas rujukan. Sebagai pelaksana bidan melaksanakan asuhan kebidanan sepanjang daur siklus kehidupan perempuan.

 

 

 

 

 

Pengelola


Tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan:

  • Menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan kesehatan KIA/ KB, mengkoordinir, mengawasi, dan membimbing kader atau petugas kesehatan lainnya, menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat.
Bidan berpartisi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader, dan tenaga kesehatan lain yang berada di wilayah kerjanya, meliputi:

  • Bekerja sama dengan puskesmas dan pusat pelayanan kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan, konsultasi, atau rujukan
  • Membina hubungan baik dengan dukun, kader, dan tokoh masyarakat

 

 

Pendidik

  • Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga dan masyarakat tentang penanggulanagan masalah kesehatan khususnya KIA/ KB
  • Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan/keperawatan serta membina dukun di wilayah kerjanya

 

 

 

 

Peneliti


Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun kelompok.

  • Mengidentifikasi kebutuhan investigasi/ penelitian
  • Menyusun rencana kerja
  • Melaksanakan investigasi
  • Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
  • Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
  • Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan

2. Seorang bidan desa di wilayah tempat bekerjanya masih banyak dijumpai kebiasaan pantang makan seperti ibu hamil tidak boleh makan-makanan yang amis karena nantinya air kawahnya akan berbau amis. Apakah upaya yang harus dilakukan bidan desa sesuai kasus di atas?

a. Menentang kebiasaan yang tidak benar tersebut

b. Melakukan pemantauan status gizi yang baik selama hamil

c. Memberikan makanan tambahan pada semua ibu hamil

d. Memberikan konseling gizi yang baik selama hamil

e. Menyarankan ibu hamil untuk hati-hati dalam memilih makanan


Kata kunci: kebiasaan pantang makan 

Jawaban: D

Pembahasan:

Dalam menjalankan perannya di masyarakat seringkali bidan dihadapkan pada mitos – mitos yang berlaku di masyarakat. Bidan berperan untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai mitos – mitos yang dapat merugikan kesehatan ibu dan bayi. Dalam kasus ini bidan perlu melakukan konseling gizi yang baik selama hamil kepada perempuan hamil dan masyarakat.


3. Seorang perempuan berumur 24 tahun hamil aterm inpartu G1P0A0 datang ke Polindes. Hasil pemeriksaan menunjukkan kehamilan dengan presentasi bokong dan taksiran berat janin 3900 gram dengan kesejahteraan ibu dan bayi baik. Berdasarkan data yang diperoleh, bidan kemudian memutuskan dilakukannya rujukan. Namun klien dan keluarga bersikeras untuk tetap melahirkan di bidan tersebut, karena pertimbangan biaya dan kesulitan lainnya. Apakah kondisi yang sedang dihadapi oleh tenaga kesehatan pada kasus tersebut?

a. Dilema mora

b. Konflik moral

c. Isu etik moral

d. Konflik etik

e. Dilema etik

Kata kunci : Bidan memutukan untuk merujuk karena presentasi bokong dan TBBJ 3900 gram, tetapi keluarga berikeras untuk tetap melahirkan di bidan karena pertimbangan biaya dan kesulitan lainnya.

Jawaban : B

Pembahasan :
  • Dilema moral : kasus tidak berkaitan dengan sanksi hukum 
  • Konflik moral : kasus berkaitan dengan sanksi hukum


4. Bidan berusia 23 tahun bekerja disebuah desa dan baru bekerja selama 2 bulan. Setelah dilakukan pendataan banyak dijumpai ibu bersalin dengan komplikasi karena banyak masyarakat desa tidak mempunyai biaya untuk dana persalinan. Apakah yang dilakukan bidan menyikapi kasus diatas?

a. Pembentukan ambulan siaga

b. Pembentukan donor darah

c. Pembentukan desa siaga

d. Pembentukan suami siaga

e. Pembentukan tabulin

Kata kunci: banyak masyarakat desa tidak mempunyai biaya untuk dana persalinan 

Jawaban: E

Pembahasan:
Desa/ Kelurahan Siap, Antar, Jaga (Siaga) adalah Desa/ Kelurahan yang melaksanakan/ menjalankan program gerakan sayang ibu (GSI) dan mempunyai/ melaksanakan langkah sebagai berikut :
  • Mempunyai SK tentang Satgas Revitalisasi GSI Desa/ Kel termasuk rencana kerja Satgas tersebut
  • Mempunyai data dan peta bumil yang akurat dan selalu diperbaharui
  • Telah terbentuknya pengorganisasian Tabulin (tabungan ibu bersalin)
  • Telah terbentuknya pengorganisasian ambulans desa
  • Telah terbentuknya pengorganisasian donor darah desa
  • Telah terbentuknya pengorganisasian kemitraan dukun bayi dengan bidan
  • Telah terbentuknya pengorganisasian penghubung/ liason (kader penghubung)
  • Adanya mekanisme/ tata cara rujukan
  • Adanya pengorganisasian: Suami Siaga, Warga Siaga, Bidan Siaga
  • Adanya/telah terbentuknya Pondok Sayang Ibu
  • Terlaksananya penyuluhan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, suami dan ibu hamil tentang peningkatan kualitas hidup perempuan, pencegahan kematian ibu, kematian bayi, ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, dan wajib belajar bagi perempuan 
  • Tersedianya/ terlaksananya pencatatan dan pelaporan

5. Seorang bidan di tempatkan sebagai bidan PTT disuatu desa terpencil yang persalinan ditolong dukunnya masih tinggi. Sebagai bidan desa, apakah hal pertama yang akan dilakukan oleh bidan?

a. Melakukan pendekatan pada dukun

b. Melakukan penyuluhan pada ibu hamil

c. Melakukan pendekatan pada keluarga

d. Melakukan pendekatan pada tokoh agama

e. Melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat

Kata kunci: disuatu desa terpencil yang persalinan ditolong dukunnya masih tinggi

Jawaban: E

Pembahasan:

WHO merumuskan bahwa dalam mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif menggunakan 3 strategi pokok yakni advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Advokasi juga merupakan langkah untuk merekomendasikan gagasan kepada orang lain atau menyampaikan suatu isu penting untuk dapat diperhatikan masyarakat serta mengarahkan perhatian para pembuat kebijakan untuk mencari penyelesaiannya serta membangun dukungan terhadap permasalahan yang diperkenalkan dan mengusulkan bagaimana cara penyelesaian masalah tersebut.

Sasaran advokasi kesehatan adalah berbagai pihak diharapkan memberikan dukungan terhadap upaya kesehatan, khususnya: para pengambil keputusan dan penentu kebijakan di pemerintahan, lembaga perwakilan rakyat, para mitra di kalangan pengusaha/ swasta, badan penyandang dana, kalangan media massa, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, tokoh-tokoh berpengaruh dan tenar, dan kelompok-kelompok potensial lainnya di masyarakat. Dalam advokasi dikenal istilah melobi yaitu berbincang-bincang secara informal dengan para pejabat untuk mennginformasikan dan membahas masalah dan program kesehatan yang akan dilaksanakan. Tahap pertama pada lobi ini adalah tenaga kesehatan atau bidan menyampaikan keseriusan masalah kesehatan yang dihadapi di wilayah kerjanya, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Kemudian disampaikan alternatif yang terbaik untuk memecahkan atau menanggulangi masalah tersebut. Dalam lobi ini perlu dibawa atau ditunjukkan data yang akurat tentang masalah kesehatan tersebut kepada pejabat yang bersangkutan.

6. Ibu Oneng umur 27 tahun hamil 8 bulan datang ke polindes, ini adalah kunjungan yang pertama selama hamil. Ibu Oneng selama ini tidak pernah periksa karena jarak rumah dengan polindes jauh dan tidak ada yang mengatar. Saat ini dia mengeluh kaki sering kram dan bengkak. Karena khawatir dengan keadaan kehamilannya, maka Ibu Oneng terpaksa datang ke polindes. Hasil pemeriksaan TD 110/90 mmHg, N 60 x/menit. Tindakan yang harus di lakukan bidan adalah?

a. Melakukan pemeriksaan secara periodik

b. Mengusahakan transportasi untuk periksa ulang

c. Merencanakan kunjungan ke rumah untuk pemeriksaan selanjutnya

d. Menganjurkan kepala keluarga dan ibu kunjungan berikutnya

e. Menganjurkan pasien mencari tumpangan untuk kunjungan berikutnya



Kata kunci: tidak pernah periksa karena jarak rumah dengan polindes jauh dan tidak ada yang mengatar

Jawaban: C 

Pembahasan:

Kunjungan rumah diperlukan dalam kasus:

Karena keadaan kesehatan/ akomodasi pasien tidak memungkinkan untuk datang ke tempat praktek. Sebagai tindak lanjut pelayanan yang telah diberikan (masa nifas)


7. Seorang perempuan berusia 40 tahun P4A0 ditolong oleh bidan di Puskesmas Pembantu beberapa hari yang lalu. Pada proses persalinan pasien mengeluh kelelahan dan terjadi perdarahan yang sangat banyak. Hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110x/menit, bidan tidak melakukan pemasangan infus sementara perdarahan terus terjadi sehingga ibu meninggal. Setelah dilakukan audit maternal bidan dinyatakan lalai dan mendapatkan sanksi. Apakah penyebab sanksi yang diberikan oleh bidan dalam kasus tersebut?

a. Tidak melakukan pemasangan infus

b. Menolong persalinan di pustu

c. Ibu meninggal

d. Ibu mengalami perdarahan

e. Ibu kelelahan

Kata kunci: perdarahan, ibu tidak diinfus 

Jawaban: A

Pembahasan:

Prinsip dasar dalam penanganan kegawatdaruratan adalah stabilisasi keadaan umum. Elemen- elemen penting dalam stabilisasi pasien:

a. Menjamin kelancaran jalan nafas, pemulihan sistem respirasi, dan sirkulasi.

b. Menghentikan sumber perdarahan dan infeksi.

c. Mengganti cairan tubuh yang hilang. 

d. Mengatasi rasa nyeri atau gelisah.


8. Bidan berkolaborasi dengan kader mengadakan posyandu bayi dan balita di wilayah kerjanya. Dari 20 bayi balita yang berkunjung, 5 diantaranya berada di bawah garis merah (BGM) dan terdapat 10 bayi yang belum mendapatkan vaksinasi campak karena ibu bayi khawatir bayinya mengalami demam tinggi pasca pemberian vaksinasi. Apakah langkah yang dilakukan bidan untuk kasus di atas ?

a. Menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Desa

b. Mensosialisasikan bersama tokoh masyarakat

c. Meningkatkan kemitraan dengan kader

d. Mengadakan pendekatan keluarga

e. Melakukan survey mawas diri

Kata kunci: balita gizi buruk dan belum menerima vaksinasi 

Jawaban: A

Pembahasan:
Dalam konsep desa siaga dikenal adanya siklus pemecahan masalah kesehatan oleh masyarakat, yaitu:
1. Pengenalan kondisi desa
2. Identifikasi masalah kesehatan dan PHBS
3. Musyawarah masyarakat desa
4. Perencanaan pemecahan masalah
5. Pelaksanaan kegiatan
6. Pembinaan kelestarian program
7. Evaluasi

Setelah dilakukan identifikasi masalah, perlu dilakukan musyawarah masyarakat desa (MMD) yang bertujuan untuk:
  • Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya
  • Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan desa siaga, dan poskesdes.


9. Bidan bekerjaama dengan kader mengadakan posyandu bayi dan balita di wilayah kerjanya. Dari 20 bayi balita yang berkunjung, 5 diantaranya berada di bawah garismerah (BGM). Apakah pendidikan kesehatan yang tepat untuk kasus di atas ?

a. Kejadian ikutan pasca imunisasi

b. Deteksi dini tumbuh kembang

c. Lima imunisasi dasar lengkap

d. Nutrisi bergizi dan seimbang

e. Stimulasi tumbuh kembang

Kata kunci: 5 balita dibawah garis merah 

Jawaban: D

Pembahasan:

Gizi di bawah garis merah adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Maka pendidikan kesehatan yang dibutuhkan dalam kasus ini adalah nutrisi dan gizi seimbang.

10. Bidan di sebuah desa didatangi oleh seorang perempuan usia 32 tahun berprofesi sebagai kader mengatakan ada balita usia 5 tahun menderita gizi buruk. Setelah dilakukan kunjungan rumah keluarga tersebut termasuk pada keluarga dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Apakah upaya bidan untuk mencegah kasus tersebut berulang kembali ?

a. Melatih para kader

b. Membuat poster dan leaflet pola nutrisi

c. Memberikan dana tambahan untuk masyarakat

d. Membuat rencana penyuluhan gizi tiap posyandu

e. Memberikan makanan bergizi pada setiap keluarga

Kata kunci: balita gizi buruk, berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah 

Jawaban: D

Pembahasan:

Masalah gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, namun juga disebabkan oleh faktor rendahnya pengetahuan akan sumber makanan yang bernutrisi dan pengolahan makanan yang baik. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan mengenai sumber makanan lokal yang bergizi tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, cara pengolahan makanan yang bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin.


Post a Comment

0 Comments