ASI DAN PENCEGAHAN STUNTING

 



“Saat bayi ibu baru lahir, Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang bisa ibu berikan untuk bayi. Tubuh ibu sudah disiapkan bisa memberikan ASI saat bayi lahir ke dunia.”

“Jadi kemampuan memberikan ASI merupakan anugerah Tuhan khusus untuk ibu, yang harus disyukuri. ASI tidak ada tandingannya dan gratis selalu tersedia.”


Apa Manfaaat dari ASI?

Kolostrum/ASI pertama mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. ASI memiliki banyak manfaat baik bagi ibu dan bayinya. Menyusui dapat memperkuat ikatan ibu dan bayi dan memberi kehangatan pada bayi.

Manfaat bagi Bayi

  • Selama 6 bulan pertama ASI merupakan sumber makanan terbaik dan terlengkap serta dapat memberikan perlindungan sehingga tidak mudah sakit. 
  • ASI mengandung berbagai zat gizi yang dapat menunjang tumbuh kembang yang optimal.
  • ASI tepat untuk sistem pencernaan.
  • ASI aman, terjamin kebersihannya dan memiliki suhu yang tepat sehingga tidak perlu khawatir terlalu panas atau terlalu dingin.

Manfaat bagi Ibu
  • Menyusui dapat mempercepat pemulihan kesehatan ibu dan membantu proses rahim kembali ke ukuran semula setelah melahirkan serta dapat mengurangi perdarahan setelah persalinan.
  • ASI memudahkan ibu karena tersedia pada suhu yang tepat untuk bayi.
  • Menyusui merupakan kontrasepsi alami untuk menunda kehamilan dan membantu penurunan berat badan setelah melahirkan.
  • Menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara.


KAPAN SEBAIKNYA ASI MULAI DIBERIKAN KEPADA BAYI?

  • ASI mulai diberikan kepada bayi segera setelah bayi lahir, yang diawali dengan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD memberikan manfaat baik bagi bayi maupun ibu. 
  • IMD adalah proses menyusu dimulai segera setelah lahir, dilakukan dengan cara kontak kulit antara bayi dan ibunya dalam waktu 1 (satu) jam setelah kelahiran dan berlangsung minimal 1 (satu) jam. IMD dilakukan pada ibu dan bayi dengan kondisi stabil sejak proses persalinan. 
  • Cara melakukan IMD sangat mudah. Pertama, minta bidan/petugas kesehatan meletakkan bayi ibu yang baru lahir di dada atau perut ibu.  Kedua, biarkan bayi perlahan-lahan merayap mencari puting ibu. Ketiga,setelah menemukan puting, bayi akan menyusu sampai puas.

Ibu, segera setelah melahirkan, mintalah bantuan kepada bidan  atau dokter untuk melakukan  inisiasi menyusu dini selama minimal satu jam dengan didampingi keluarga.

Apa Itu Kolostrum dan Manfaatnya?

  • Kolostrum adalah ASI yang pertama kali keluar  dari puting ibu setelah melahirkan. Warnanya kekuningan karena kaya akan vitamin A dan agak kental
  • Kolostrum biasanya keluar pada hari pertama hingga hari ketiga setelah bayi lahir 
  • Kolostrum adalah bagian dari ASI yang sangat penting diberikan pada bayi di awal kehidupannya karena mengandung antibodi dan faktor pelindung lainnya bagi tubuh bayi yang mampu melindunginya dari berbagai infeksi
  • Kolostrum tidak bisa digantikan dengan susu formula atau susu pertumbuhan lainnya

ASI ekslusif artinya bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa ada tambahan makanan dan minuman
lainnya (kecuali vitamin, mineral dan obatobatan dalam bentuk sirup), dan diberikan saat bayi berumur 0 hingga 6 bulan. Pada usia ini, bayi tidak membutuhkan makanan lain, kecuali ASI. Apabila bayi diberi air putih atau cairan lainnya, bayi akan cepat merasa kenyang sehingga jarang menyusu. Jika bayi jarang menyusu akan berisiko mengurangi produksi ASI. Selain itu, bayi yang diberikan air putih atau cairan lainnya bisa terkena diare.

Ingat ya, Bu. Bayi tidak perlu diberikan air putih atau makanan lainnya selama periode 6 bulan pertama usianya

Untuk Ibu Bekerja, Bagaimana Agar Tetap BIsa Memberikan ASI??

Meskipun ibu bekerja, penting bagi ibu untuk memastikan bahwa anak tetap mendapat asupan gizi
yang cukup dengan tetap memberikan ASI. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu ibu tetap mampu memberikan ASI bagi anaknya. 

Sebelum ibu kembali bekerja, ibu dapat belajar memerah ASI dan mulai menyimpan ASI perah.

Mintalah dukungan kepada keluarga untuk membantu memberikan ASI perah kepada bayi.



Bagaimana Cara Menyimpan dan Menyiapkan ASI Perah?

  • ASI perah ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup sebanyak sekali minum sesuai usia bayi dan diberi label tanggal ASI diperah 
  • Sebaiknya menggunakan wadah penyimpanan yang berbahan kaca atau plastik yang sudah BPA Free (Bispenol A Free)
  • ASI yang baru saja diperah dapat bertahan selama 4 jam dalam suhu ruang, jika disimpan dalam kulkas/chiller bisa bertahan 2-3 hari. Apabila terdapat kelebihan ASI dan tidak digunakan dalam waktu 3 hari, ASI perah dapat dibekukan di kulkas/freezer dan dapat bertahan selama 2 minggu (kulkas satu pintu) dan selama 3-6 bulan (kulkas dua pintu).
  • Cara mencairkan ASI perah yang dibekukan/ difreezer yaitu diturunkan ke kulkas/chiller selama 12 jam untuk menghindari perubahan suhu yang ekstrem, kemudian ASI perah tersebut dikeluarkan dari kulkas dimasukkandalam cangkir dan diredam dalam air hangat bersih
  • Sebaiknya memberikan ASI perah dengan menggunakan sendok kecil/ gelas/cangkir
  • Pemberian ASI perah menggunakan botol atau dot tidak disarankan karena selain sulit dibersihkan juga akan menyebabkan bayi bingung puting.
Ibu, walaupun Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI kepada anak Ibu. Saat bekerja, Ibu bisa memerah ASI dan menyimpannya. Perhatikan cara menyimpan dan menyiapkan ASI perah

 
Apakah ASI Selalu Dapat Mencukupi Kebutuhan Bayi ?

ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi untuk 6 bulan pertama. Diatas usia 6 bulan, ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan bayi sehingga perlu diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dan terus diberikan ASI hingga anak usia 2 tahun atau lebih. Kandungan di dalam ASI sudah diciptakan Tuhan sedemikian rupa agar sesuai dengan kandungan yang dibutuhkan bayi di setiap masa pertumbuhannya

Ibu harus percaya diri bahwa ASI Ibu cukup untuk bayi Ibu. Perhatikan kenaikan berat badan bayi dan
seberapa sering bayi ibu buang air kecil. Susui bayi ibu sesering dan semau bayi termasuk pada malam hari, semakin sering dihisap semakin banyak ASI yang diproduksi.

Biarkan bayi menyusu hingga bayi melepas sendiri payudara Ibu. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup ya Bu, karena ini juga membantu untuk menambah produksi ASI secara terus menerus.

Bagaimana cara untuk melakukan stimulasi agar ASI keluar pada ibu yang baru melahirkan?

Ibu menenangkan diri bila ASI belum keluar, ASI dapat keluar dalam waktu 1-3 hari (72 jam) setelah melahirkan, jangan terburu-buru memberikan selain ASI. Perut bayi baru lahir dapat bertahan selama 72 jam setelah kelahiran tanpa asupan apapun.

Lakukan pijat sekitar area payudara dan punggung bagian belakang serta kompres payudara dengan handuk yang dibasahi dengan air hangat.

Tetap mencoba menyusui bayi, karena semakin sering bayi menghisap akan terangsang ASI cepat
keluar. Kontak kulit dengan bayi.

Jika mengalami kesulitan dalam menyusui, segera berkonsultasi ke petugas kesehatan atau konselor
menyusui.

Ibu harus tetap tenang dan terus menyusui bayi Ibu sampai ASI keluar ya, jika masih mengalami kesulitan, segeralah berkonsultasi dengan petugas kesehatan atau konselor menyusui

 

Apakah susu formula boleh diberikan pada bayi?

Ibu wajib menghindari pemberian susu formula, apalagi untuk bayi kurang dari 1 tahun. Tidak ada
asupan gizi terbaik selain ASI. Susu formula hanya diberikan pada bayi pada kondisi tertentu dan berdasarkan saran tenaga kesehatan. Selain itu susu formula mahal harganya. Jadi lebih baik uang untuk
membeli susu formula dipakai untuk membeli bahan makanan bergizi untuk ibu dan anak.

Ibu tidak ingin anak ibu minum dari susu sapi, bukan? Susu sapi ya untuk sapi, susu untuk anak ya susu dari ibunya


Tahukah ibu, Kekurangan dari susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula lebih mudah terkena penyakit karena di dalam susu formula tidak ada kandungan yang penting bagi sistem kekebalan tubuh bayi. Saluran pencernaan bayi terutama usia 6 bulan ke bawah masih sangat sensitif. Susu formula lebih susah dicerna, sehingga bisa mengakibatkan gangguan pencernaan misalnya diare atau sembelit. Bayi yang diberi susu formula cenderung mengalami obesitas.

Susu formula tidak praktis, karena harus dipersiapkan terlebih dahulu. Selain itu, harganya cenderung mahal. Sering kali saat menyiapkan susu formula, terjadi pengenceran yang salah atau ada bakteri masuk karena alat dan botol yang dipakai tidak bersih.

Seberapa sering ASI harus diberikan dalam sehari?

Kenali kebiasaan menyusui bayi ibu karena setiap bayi punya kebiasaan berbeda-beda. Ada bayi yang menyusu lebih lama, tetapi lebih jarang dan ada yang singkat tetapi sering. Yang perlu diutamakan adalah Ibu tahu ketika bayi sudah kenyang menyusu. Bayi perlu menyusu di satu payudara hingga bayi melepas sendiri payudara tersebut dan payudara ibu terasa kosong supaya bayi mendapatkan ASI awal
(foremilk) yang muncul di awalawal proses menyusui dan ASI akhir (hindmilk) yang keluar belakangan.

ASI (foremilk) awal banyak mengandung cairan dan protein sehingga menghilangkan dahaga bayi, sedangkan ASI akhir (hindmilk) banyak mengandung protein dan lemak yang berguna untuk kenaikan Berat Badan Bayi. Bila setelah ini bayi masih ingin menyusu lagi dapat ditawarkan ke payudara lainnya.

Pada bulan pertama, bayi kira-kira akan menyusu lebih sering, yaitu setiap 2-3 jam sekali. Setiap menyusu lamanya bisa mencapai 20-45 menit. Pada bulan kedua, bayi akan lebih jarang menyusu, kira-kira 8-9 kali setiap hari. 

Pada bulan ketiga, bayi akan menyusu sebanyak 7-8 kali sehari. Pada bulan keenam, bayi akan menyusu hanya 5-6 kali sehari.

Berkurangnya waktu menyusui bayi adalah normal. Ibu tidak perlu khawatir bahwa bayi masih kelaparan setelah diberi ASI atau ASI ibu tidak mencukupi.

Bagaimana cara menyusui yang Benar?

Menyusui adalah proses alamiah yang hanya bisa dialami oleh seorang Ibu. Posisi dan pelekatan menyusui yang benar tidak akan membuat puting Ibu terasa sakit dan lecet.

Jika posisi menyusui benar, ibu dan bayi akan merasa nyaman. Jika pelekatan benar, jumlah ASI yang masuk ke tubuh anak akan maksimal dan puting ibu juga tidak gampang lecet. Yuk, kita belajar posisi menyusui yang benar.

Mengapa payudara terasa sakit dan sepeprtoi ada benjolan?

Benjolan tersebut adalah ASI yang tidak keluar. ASI yang tidak dihisap oleh bayi akan menumpuk dan
membentuk benjolan yang terasa sakit. Jika ASI tidak dihisap, benjolan akan semakin keras dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, Ibu diharapkan untuk terus dapat memberikan ASI kepada bayi. Agar kebutuhan gizi bayi tercukupi dan payudara Ibu tidak terasa sakit

Bagaimana jika bayi sakit  dan  usianya masih dibawah 6 bulan?

Langkah pertama yang harus dilakukan Ibu ketika bayinya sakit adalah segera bawa ke puskesmas terdekat. Periksakan kepada dokter atau petugas kesehatan agar Ibu tahu betul apa yang harus dilakukan
agar bayi bisa segera sembuh. Tetap susui bayi Ibu, karena ASI mengandung berbagai antibodi untuk membantu proses penyembuhan ketika sakit. Bayi perlu terus disusui, bila sulit menyusu dapat diberikan ASI perah dengan cangkir atau sendok.

Apabila ada obat tetes atau sirup yang harus diminum bayi, berikan sesuai dengan petunjuk dari dokter atau petugas kesehatan.

Mitos-mitos tentang ASI




Bagaimana cara mengetahui bahwa bayi kenyang setelah menyusui?

Bayi yang sudah kenyang, dengan sendirinya melepaskan hisapan dari payudara ibu. Jika bayi sudah kenyang, tegakkan posisinya untuk bersendawa. Jika sendawa sudah keluar, letakkan bayi di tempat tidur agar bayi bisa melanjutkan tidurnya dengan nyenyak.

Apa manfaat memberikan ASI selama dua tahun?

  • Bayi akan tetap mendapat asupan nutrisi yang terkandung dalam ASI
  • Bayi yang diberikan ASI akan mengalami penurunan risiko terkena penyakit dan kematian. Semakin lama bayi mengonsumsi ASI, semakin kecil risiko bayi terkena penyakit yang  disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan dan saluran pencernaan
  • Ibu yang menyusu memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara.
  • Menyusui berfungsi sebagai kontrasepsi alami selama ibu menyusui dan sebelum menstruasi.
  • Ada mikroorganisme baik di area hitam sekitar puting ibu yang baik bagi saluran pencernaan bayi
  • Semakin lama ibu menyusui, maka akan semakin kuat ikatan batin antara ibu dan anak

Bagaimana memberikan ASI dalam situasi pandemi Covid 19?


Ibu terus memberikan ASI baik secara langsung maupun di perah.  Ibu harus menggunakan masker selama menyusui dan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui. Kebersihan peralatan menyusui (pompa, wadah) jika menggunakan ASI perah harus diperhatikan

Tetap berkonsultasi dengan petugas kesehatan di Puskesmas atau Satgas Covid19. Apabila ibu  menyusui terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kondisi gejala ringan, ASI masih bisa diberikan secara lansung maupun diperah dengan memperhatikan protokol Kesehatan.  Apabila ibu menyusui terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kondisi gejala berat dan tidak dapat menyusui secara langsung, ASI dapat diperah dengan bantuan tenaga kesehatan untuk mengurangi kesakitan akibat ASI yang tidak dikeluarkan atau payudara bengkak. Berikan ASI perah kepada bayi dengan cangkir/sendok. 

“Ibu, tetap berikan ASI kepada bayi pada masa pandemi COVID-19. Manfaat ASI jauh lebih besar dibandingkan risiko jika tertular COVID-19”.

 Sumber: Buku PMBA Kemenkes 

Post a Comment

0 Comments