PERDARAHAN ANTEPARTUM (PERDARAHAN PADA MASA KEHAMILAN)


PERDARAHAN PADA MASA KEHAMILAN

Perdarahan merupakan penyebab kematian ibu pada 20% kasus. Penyebab kematian ibu karena perdarahan disebabkan oleh : Solusio plasenta, laserasi/ruptur uteri, atonia uteri, koagulopati, plasenta previa, plasenta inkreta/inkreta/perkreta, perdarahan uteri, retensi plasenta. Perdarahan obstetri cenderung fatal pada keadaan tidak segera tersedianya darah atau komponen-komponennya. Perdarahan dapat bersifat antepartum (pada masa kehamilan) seperti plasenta previa, solusio plasenta dan yang sering terjadi perdarahan post partum (masa setelah melahirkan) akibat atonia uteri, laserasi traktus genitalis.



INSIDENSI DAN PREDISPOSISI


Karena definisi yang digunakan tidak eksak, insiden perdarahan obstetri tidak dapat diketahui secara pasti. Perdarahan serius dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan dan masa nifas. Waktu terjadinya perdarahan pada kehamilan digunakan secara luas untuk mengklasifikasikan perdarahan obstetris. Banyak kasus kematian karena perdarahan sebenarnya dapat dicegah karena berkaitan dengan kurang memadainya fasilitas kesehatan.

Kondisi yang merupakan predisposisi atau memperparah perdarahan :

  1. Kelainan plasentasi : plasenta previa, solusio plasenta, plasenta akreta/inkreta/perkreta, kehamilan ektopik, molahidatidosa.
  2. Trauma selama Persalinan dan Melahirkan : Episiotomi, Persalinan pervaginam dengan penyulit, persalinan forsep rendah atau tengah, sectio sesaria atau histerektomi, ruptur uteri meningkat oleh : riwayat jaringan parut pada uterus, paritas tinggi, hiperstimulasi, persalinan terhambat, manipulasi intra uteri, rotasi forsep tengah
  3. Volume darah ibu terbatas : ibu bertubuh kecil, hipervolumeia kehamilan belum maksimal, hipervolemia kehamilan yang dibatasi oleh preeklamsia berat, eklamsia.
  4. Faktor lain : obesitas, etnis amerika asli, riwayat perdarahan postpartum
  5. Atonia uteri : uteri terlalu teregang : janin besar, janin multipel, hidramnion, Distensi dengan bekuan. Anestesia atau analgesia : zat anestetik berhalogen, anestesia regional atau hipotensi. Miometrium kelelahan : partus presipitatus, persalinan memanjang, stimulasi oksitosin atau prostaglandin, korioamnionitis. Riwayat atonia uteri
  6. Gangguan pembekuan -- memperparah kausa lain: solusio plasenta, retensi janin mati berkepanjangan, emboli cairan amnion, abortus yang diinduksi oleh salin, sepsis disertai endotoksemia, hemolisis intravaskuler yang parah, transfusi masif, preeklamsia berat dan eklamsia, koagulapati kongenital, terapi antikoagulan.


PERDARAHAN ANTEPARTUM

Perdarahan ringan yang lazim selama persalinan aktif disebut dengan Bloody show. terjadi akibat perndataran dan pembukaan serviks disertai dengan robeknya pembuluh-embuluh vena halus. Perdarahan uteris dari tempat diatas serviks sebelum persalinan merupakan hal yang mengkhawatirkan. Perdarahan yang disebabkan oleh robeknya sebagian plasenta yang melekat pada kanalis servikalis disebut dengan plasenta previa.

Perdarahan juga dapat berasal dari robeknya plasenta yang terletak di tempat lain hingga rongga uterus disebut dengan solusio plasenta. perdarahan juga dapat terjadi karena insersi velamentosa tali pusat disertai ruptur dan perdarahan dari pembuluh darah janin pada saat pecahnya selaput ketuban  disebut dengan vasa previa.



Post a comment

0 Comments